Gubernur Papua Minta Warga Hentikan Pembakaran Lahan
- 25 Agt 2026 14:30 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Gubernur Papua Matius D. Fakhiri meminta warga menghentikan pembakaran lahan untuk membuka kebun. Imbauan disampaikan setelah kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah di Biak.
Fakhiri mengatakan cuaca panas di sejumlah wilayah Papua dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api.
Fakhiri telah meminta BPBD Papua mengecek langsung kondisi kebakaran di Biak. Pemerintah ingin mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak lebih besar bagi masyarakat.
“Saya sudah minta dari Kepala BPBD untuk cek,” kata Fakhiri, Selasa, 25 Agustus 2026. “Tentunya kami tidak mau ada kebakaran hutan di Provinsi Papua.”
Menurut Fakhiri, kondisi cuaca setiap wilayah Papua berbeda. Biak saat ini mengalami suhu cukup panas sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan.
Fakhiri juga berencana mengumpulkan Forkopimda Papua untuk membahas penanganan kabut asap. Pertemuan tersebut diarahkan untuk memperkuat penanganan secara bersama dan cepat.
“Saya besok akan berusaha mengundang semua Forkopimda,” ujarnya. “Kita bicara tentang bagaimana penanganan kabut asap yang ada di Papua.”
Fakhiri mengatakan pencegahan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat juga perlu menghentikan kebiasaan membakar lahan saat membuka kebun.
Ia menyarankan sisa vegetasi dibiarkan membusuk secara alami menjadi humus. Cara tersebut dinilai dapat mengurangi risiko kebakaran sekaligus memberi manfaat bagi tanah.
“Jangan main bakar-bakar, ini berisiko pada kebakaran hutan,” ucap dia. “Ini berdampak juga nanti untuk iklim, cuaca yang ada di Papua.”
Fakhiri mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah munculnya titik api baru. Pencegahan dini diperlukan agar kebakaran tidak mengancam kesehatan, lingkungan, dan kualitas udara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....