Gubernur Fakhiri Minta Festival Danau Sentani Jadi Gerakan Budaya
- 25 Agt 2026 14:18 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Gubernur Papua, Matius Fakhiri, meminta Festival Danau Sentani tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Festival harus menjadi gerakan bersama untuk menjaga budaya, lingkungan Danau Sentani, dan membuka peluang ekonomi masyarakat.
Fakhiri menyampaikan hal tersebut saat membuka Pra-Festival Danau Sentani XV di Pantai Kalkote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Senin, 24 Agustus 2026. Pra-festival berlangsung 25–29 Agustus, sedangkan puncak acara dijadwalkan 3–5 September 2026.
Fakhiri mengatakan budaya perlu terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena itu, festival harus memberi dampak nyata bagi pelestarian budaya dan kehidupan masyarakat.
“Saya berharap Festival Danau Sentani tidak berhenti sebagai sebuah perayaan,” kata Fakhiri. “Jadikan festival ini sebagai gerakan untuk menjaga budaya dan lingkungan Danau Sentani.”
Menurut Fakhiri, festival juga harus membuka peluang ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat. Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui kuliner tradisional, kerajinan, seni, UMKM, dan pariwisata.
Fakhiri menilai penguatan budaya dan ekonomi dapat berjalan bersamaan dalam Festival Danau Sentani. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang memperkenalkan kekayaan budaya Papua kepada masyarakat luas.
“Budaya dan potensi lokal mampu membuka ruang ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya. “Ini dapat dilakukan melalui kuliner tradisional, kerajinan, kreativitas seni, UMKM, dan pariwisata.”
Fakhiri mengatakan keberlanjutan festival membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Pemerintah, tokoh agama, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat perlu berkolaborasi menjaga keberlangsungan kegiatan.
“Papua hanya bisa maju apabila seluruh elemen masyarakat berjalan bersama,” katanya. “Kita membutuhkan semangat kolaborasi, gotong royong, dan persaudaraan.”
Ia juga mengaitkan Festival Danau Sentani dengan visi Papua Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni. Menurutnya, budaya menjadi bagian dari pembangunan daerah sekaligus kekuatan untuk mempererat kehidupan sosial.
Fakhiri meminta generasi muda mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan budaya Papua. Ia mengajak anak muda menjadi pelaku, penjaga, dan penerus budaya, bukan hanya penonton.
“Jangan hanya menjadi penonton budaya, jadilah pelaku, penjaga, dan penerus budaya Papua,” ujar Fakhiri. “Banggalah terhadap identitas kita.”
Pra-Festival Danau Sentani XV berlangsung di Pantai Kalkote dengan berbagai kegiatan seni, budaya, kuliner, kerajinan, musik, dan perlombaan. Puncak Festival Danau Sentani dijadwalkan berlangsung 3–5 September 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....