BRI Perkuat Ekonomi Kampung Doyo Baru lewat Program Desa BRILiaN 2026
- 22 Agt 2026 14:08 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat ekonomi desa, tata kelola BUMDes, dan digitalisasi melalui Program Desa BRILiaN 2026.
Program "Desa 5.0 Sinergi Teknologi dan Human Centered Leadership itu kini mengantarkan Kampung Doyo Baru, Kabupaten Jayapura masuk dalam 25 besar dari 5000 lebih desa binaan di Indonesia.
Regional CEO BRI Region 18 Jayapura, Fahmi Rahendas, mengatakan pemilihan desa dalam program Desa BRILiaN dilakukan berdasarkan keaktifan pemerintah kampung dalam mengikuti proses pembinaan dan pengembangan desa.
“Dari 5.000 lebih desa binaan yang ada di Indonesia, kita memilih berdasarkan kriteria tertentu. Contohnya adalah keaktifan dari perangkat kampung atau perangkat desa dalam mengikuti proses ini,” ujar Fahmi, Sabtu (22/8/2026).
Kata Fahmi, Kampung Doyo Baru memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi pertimbangan BRI dalam menerapkan konsep kampung digital yang telah berjalan selama kurang lebih dua tahun.
Ia menyebut digitalisasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong kampung agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus membuka peluang baru dalam pengembangan ekonomi masyarakat.
“Di sini juga sudah termasuk desa digital. Kemudian di sini juga punya BUMDes yang berjalan dengan baik. Kriteria-kriteria itu yang membuat Kampung Doyo Baru menjadi salah satu dari 25 terbaik di Indonesia,” ucap dia.
Selain digitalisasi, keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berjalan optimal menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian. BUMDes diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus mengoptimalkan potensi yang dimiliki desa.
“Program Desa BRILiaN sendiri dikembangkan BRI dengan fokus pada empat aspek utama, yakni BUMDes sebagai motor ekonomi desa, digitalisasi, inovasi serta keberlanjutan pembangunan desa,” jelasnya.
| Baca juga: Wali Kota Lepas 27 Rumah Ikan di Kayu Pulo |
Fahmi mengatakan, BRI melihat potensi tersebut tidak hanya dari sisi kelembagaan, tetapi juga dari kemauan pemerintah kampung dan masyarakat untuk terus berkembang.
Oleh karena itu, masuknya Kampung Doyo Baru dalam 25 besar akan terus bagian dari proses pendampingan agar berbagai potensi yang sudah dimiliki dapat dikembangkan lebih jauh. “Kita berharap UMKM lokal yang ada di desa ini semakin naik kelas,” katanya.
Ia mengungkapkan Kampung Doyo Baru kedepan mendapatkan pendampingan dan pelatihan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) selama satu minggu sebagai bagian dari tahapan pengembangan Desa BRILiaN 2026.
Apalagi program Desa BRILiaN merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mengembangkan potensi desa binaan. Dimana hingga Juni 2026, program tersebut telah menjangkau lebih dari 5.000 desa di Indonesia.
“Pendampingan tersebut diarahkan untuk memberikan edukasi dan meningkatkan kapasitas pemerintah kampung maupun masyarakat, sehingga berbagai potensi yang ada dapat dikelola secara lebih baik dan berkelanjutan,” jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....