Pelni Jayapura Perketat Administrasi Tiket Penumpang
- 20 Agt 2026 13:11 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – PT Pelni Cabang Jayapura memperketat administrasi penumpang untuk memastikan tiket sesuai identitas pemiliknya. Kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga keselamatan penumpang sesuai kapasitas kapal.
Kepala Cabang PT Pelni Jayapura, Daulat Apul Grevasius, mengatakan pengetatan kembali aturan dilakukan terhadap seluruh calon penumpang. Pelni tetap mengacu pada prosedur yang berlaku dalam penerbitan tiket dan keberangkatan.
“Kami memperketat supaya semua penumpang yang berangkat memiliki tiket sesuai identitas,” kata Daulat, Kamis, 20 Agustus 2026. “Ini bagian dari upaya menjaga keamanan dan keselamatan bersama.”
| Baca juga: 113 Pejabat Pemkot Jayapura Dilantik |
Daulat mengatakan salah satu kendala di Pelabuhan Jayapura adalah penumpang yang membeli tiket menjelang keberangkatan. Sebagian penumpang juga masih memaksakan berangkat ketika tiket sudah habis.
Pelni mengimbau calon penumpang membeli tiket jauh sebelum jadwal keberangkatan. Pemesanan dapat dilakukan melalui aplikasi Pelni Mobile maupun layanan mobile banking yang bekerja sama dengan Pelni.
“Di Pelni Mobile masyarakat bisa melihat jadwal, harga, dan kursi yang masih tersedia,” ujarnya. “Jadi kami anjurkan membeli tiket jauh-jauh hari.”
Daulat meminta penumpang memilih jadwal berikutnya apabila tiket pada keberangkatan yang diinginkan sudah habis. Menurutnya, kapasitas kapal dibatasi regulasi untuk menjaga keselamatan seluruh penumpang.
“Kalau tidak mendapat kesempatan berangkat, pilih jadwal berikutnya,” katanya. “Jangan memaksakan berangkat karena kapasitas kapal sudah terbatas.”
Untuk kapal tipe 2.000, kapasitas normal mencapai 1.969 penumpang. Kapasitas dapat mencapai sekitar 2.500 penumpang jika mendapat dispensasi.
Sementara kapal tipe 1.000 memiliki kapasitas sekitar 900 penumpang. Kapasitasnya dapat mencapai sekitar 1.400 penumpang jika memperoleh dispensasi dari pemerintah.
Daulat mengatakan kepadatan penumpang biasanya meningkat pada periode tertentu. Kondisi tersebut pernah terjadi pada akhir Juni hingga awal Juli, ketika banyak penumpang datang menjelang keberangkatan.
“Kalau hari-hari biasa aman saja,” ujar Daulat. “Pada masa peak season seperti akhir Juni dan awal Juli, kondisinya sangat ramai.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....