Polda Papua Tepis Isu Penembakan Mahasiswa BEM Uncen di Perumnas III
- 17 Agt 2026 18:54 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Polda Papua secara tegas membantah klaim sepihak yang beredar melalui selebaran dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Cenderawasih (Uncen), yang menuding adanya korban penembakan oleh aparat, saat pengamanan aksi penyampaian pendapat di muka umum pada Sabtu (15/8/2026) lalu di kawasan Perumnas III Waena, Kota Jayapura.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito mengatakan, jajaran kepolisian yang bertugas, baik dari Polda Papua maupun Polresta Jayapura, selalu menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat dalam melayani setiap kegiatan penyampaian pendapat di muka umum, termasuk tidak menggunakan senjata api, baik laras panjang maupun laras pendek dalam pengamanan aksi pada 15 Agustus 2026 lalu.
"Dapat kami sampaikan bahwa prosedur pengamanan oleh Polda Papua dan jajaran berkaitan dengan melayani penyampaian pendapat di muka umum selalu berpedoman pada SOP yang diatur dalam PERKAP dan PERPOL. Jadi, tidak pernah melibatkan penggunaan senjata api, baik laras panjang maupun laras pendek," tegas Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, Senin (17/08/2026).
Lanjut Kabid Humas Polda Papua, untuk menepis isu tak berdasar tersebut, pihak kepolisian telah melakukan pengecekan secara menyeluruh. Hasilnya, hingga saat ini, tidak ada satupun laporan yang masuk dari rumah sakit atau tim medis mana pun di wilayah Jayapura yang menangani korban dugaan luka tembak.
Kombes. Pol. Cahyo Sukarnito juga mengingatkan tentang aspek medicolegal. Menurut undang-undang dan sumpah profesi, tenaga medis memiliki kewajiban untuk melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mereka menangani pasien yang patut diduga sebagai korban tindak pidana atau kekerasan.
"Hal ini berkaitan dengan aspek penegakan hukum, yaitu mengenai pengamanan barang bukti, pembuatan Visum et Repertum yang Pro Justitia, serta keterangan ahli terkait jenis dan sumber luka. Namun, hingga saat ini, kami tegaskan tidak pernah menerima informasi laporan dari fasilitas kesehatan mana pun," paparnya.
Meski membantah keras tuduhan tersebut, Polda Papua menyatakan tidak akan menutup diri, dan untuk menindaklanjuti informasi yang terlanjur meresahkan masyarakat, Polda Papua siap membentuk tim investigasi khusus dengan menggandeng berbagai pihak independen.
"Kami siap membentuk tim investigasi dengan melibatkan stakeholder atau lembaga terkait, termasuk Komnas HAM Perwakilan Papua dan tim lainnya, untuk membuat terang peristiwa ini," tegas Kabid Humas.
Alih-alih jatuh korban tembak dari pihak demonstran, Kombes Pol. Cahyo membeberkan fakta bahwa aksi penyampaian aspirasi tersebut justru berujung ricuh dan memakan korban dari pihak kepolisian dan warga sipil.
Tercatat sebanyak 10 personel Polri mengalami luka-luka saat bertugas, 6 orang di antaranya harus mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara. Tidak hanya itu, aksi tersebut juga merugikan warga sekitar.
"Aksi ini menimbulkan kerugian materiil, yaitu salah satu kendaraan milik masyarakat dirusak. Kaca mobil milik warga yang sedang melaksanakan ibadah di salah satu gereja di wilayah Perumnas 3 pecah akibat pelemparan batu dari peserta aksi," pungkas Kombes Pol. Cahyo.
Kabid Humas Polda Papua memastikan, pihaknya berkomitmen untuk mengusut tuntas kerusuhan dan perusakan tersebut, agar kebenaran dari rangkaian peristiwa pada Sabtu lalu dapat terungkap dengan jelas ke ruang publik, serta tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....