Komnas HAM Temukan IPAL SPPG Depapre Terbuka

  • 12 Agt 2026 07:18 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Komnas HAM Perwakilan Papua menemukan persoalan pengelolaan limbah di SPPG Jayapura Depapre. Instalasi pengolahan air limbah atau IPAL disebut terbuka dan tidak memenuhi kondisi yang semestinya.

Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengatakan temuan itu diperoleh saat tim meninjau langsung dapur SPPG. Tim juga memeriksa tempat sampah dan kondisi lingkungan sekitar dapur.

“IPAL-nya itu terbuka, bukan tertutup,” kata Frits dalam keterangan persnya, Selasa, 11 Agustus 2026. “Kedalamannya tidak lebih dari satu meter dan satu hari itu bisa penuh.”

Menurut Frits, kondisi IPAL tersebut memungkinkan air limbah naik ke permukaan. Pengelolaan limbah itu menjadi salah satu temuan Komnas HAM dalam peninjauan SPPG.

“Dia menggunakan keranjang untuk kemudian mengangkat sampah itu, dijemur, baru nanti dibawa lagi,” ujarnya. “IPAL-nya itu tidak lebih dari satu meter kedalamannya.”

Komnas HAM juga menemukan tempat pembuangan sampah di luar pagar SPPG. Lokasinya disebut berjarak sekitar empat meter dari lingkungan dapur.

“Di luar pagar itu ada tempat pembuangan sampah masyarakat,” katanya. “Jaraknya sekitar empat meter dari dapur.”

Frits mengatakan tim turut memeriksa sumber air yang digunakan SPPG. Air berasal dari sumur bor yang lokasinya dekat dengan pantai.

“Penggunaan sumber sumur bor dengan kualitas air yang tidak layak karena posisinya di dekat pantai,” ucapnya. “Kami sudah cek semua, termasuk air yang dipakai di situ.”

Komnas HAM juga menemukan persoalan pada sanitasi tempat pencucian peralatan makanan. Selain itu, tempat penyimpanan bahan baku dinilai memiliki keterbatasan.

Temuan tersebut mencakup kondisi lingkungan dapur, penyimpanan makanan matang, serta tempat pembuangan sampah. Komnas HAM menilai berbagai kondisi itu berpotensi menyebabkan keracunan.

Frits mengatakan temuan tersebut menjadi bagian dari hasil pemantauan Komnas HAM terhadap SPPG Jayapura Depapre. Tim selanjutnya mendorong evaluasi terhadap pengelolaan dapur dan pemenuhan standar keamanan makanan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....