24 Mahasiswa UGM Ditarik dari KKN di Dua Kampung Muara Tami

  • 10 Agt 2026 17:23 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Pemerintah Kota Jayapura menarik 24 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang telah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kampung Skow Mabo dan Kampung Skow Yambe, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Penarikan mahasiswa KKN dilakukan Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, dalam apel gabungan Pemerintah Kota Jayapura, Senin 10 Agustus 2026.

Rustan Saru mengapresiasi kontribusi mahasiswa UGM yang selama lebih dari 50 hari melaksanakan berbagai program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di kedua kampung tersebut.

Sebanyak 24 mahasiswa ditempatkan secara merata, masing-masing 12 orang di Kampung Skow Mabo dan 12 orang di Kampung Skow Yambe.

Selama menjalankan KKN, mahasiswa melaksanakan berbagai program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, antara lain pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengelolaan lingkungan melalui pembuatan alat insinerator, serta pengembangan hidroponik.

Rustan meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK), organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, dan pemerintah kampung untuk melanjutkan berbagai program yang telah dirintis mahasiswa.

"Saya meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung dan OPD terkait, termasuk kepala kampung, untuk meneruskan apa yang telah dilakukan mahasiswa dengan program-program yang sudah mereka jalankan di kampung tempat mereka KKN," ujar Rustan.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa KKN tidak hanya memberikan manfaat selama masa pengabdian, tetapi juga dapat menjadi pemicu bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi kampung secara mandiri.

Sementara itu, Dosen Pendamping KKN UGM, Sismanto, mengatakan 24 mahasiswa ditempatkan di dua kampung di Distrik Muara Tami dan telah menjalani KKN selama lebih dari 50 hari.

Selama berada di lokasi, para mahasiswa melaksanakan lebih dari 120 program kerja yang mencakup penyuluhan, sosialisasi, pengelolaan lingkungan, pembuatan insinerator, pembinaan UMKM, serta berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.

"Kami dari Universitas Gadjah Mada membawa 24 mahasiswa yang kami tempatkan di Distrik Muara Tami, yakni di Kampung Skow Mabo dan Kampung Skow Yambe, masing-masing 12 orang. Mereka berada di sini lebih dari 50 hari," kata Sismanto.

Ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat kedua kampung dan Pemerintah Kota Jayapura yang telah menerima serta mendukung pelaksanaan KKN mahasiswa UGM.

Sismanto berharap berbagai program yang telah dilaksanakan dapat diteruskan oleh masyarakat dan pemerintah kampung setelah mahasiswa kembali ke Yogyakarta.

Dalam bidang UMKM, mahasiswa memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk mengolah berbagai produk, di antaranya permen dan VCO (Virgin Coconut Oil), sehingga produk lokal memiliki nilai tambah dan berpotensi dikembangkan menjadi usaha masyarakat.

"Kami berharap apa yang sudah dilakukan oleh adik-adik mahasiswa ini bisa dilanjutkan. Untuk UMKM sudah dilakukan pelatihan pembuatan permen, VCO, coconut oil dan lainnya. Kami berharap dapat diteruskan. Barang-barang yang kami tinggalkan, seperti insinerator dan hidroponik, juga dapat dimanfaatkan dan masyarakat bisa meniru serta mengembangkannya sendiri," ujarnya.

Ia menambahkan, 24 mahasiswa tersebut berasal dari berbagai jurusan di UGM. Keberagaman latar belakang keilmuan mahasiswa turut mendukung pelaksanaan program KKN sesuai kebutuhan masyarakat di masing-masing kampung.

Pemerintah Kota Jayapura berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah kampung, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan demikian, berbagai program pemberdayaan yang telah dirintis melalui KKN dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan mendukung pembangunan kampung di Distrik Muara Tami.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....