UGM-Indosat-NVIDIA, Resmikan Pusat Teknologi AI Berbasis Universitas di Indonesia

  • 14 Agt 2026 14:57 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), bersama Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), NVIDIA, dan Universitas Gadjah Mada (UGM), meresmikan UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center (NVAITC) di Yogyakarta, Kamis (13/08/2026).

Pusat teknologi tersebut menjadi pusat teknologi kecerdasan buatan (AI) berbasis universitas pertama di Indonesia yang difokuskan pada pengembangan riset, inovasi, serta talenta digital.

Peresmian UGM Indosat NVAITC merupakan bagian dari inisiatif Indonesia AI Center of Excellence (AI CoE) yang mempertemukan pemerintah, industri teknologi, akademisi, dan mitra global untuk mempercepat pengembangan serta penerapan AI di berbagai sektor strategis.

Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid mengatakan, kehadiran pusat teknologi tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kedaulatan AI Indonesia.

Menurutnya, Indonesia tidak hanya perlu menjadi pengguna teknologi AI, tetapi juga harus mampu mengembangkan dan menghasilkan inovasi AI yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan berkontribusi di tingkat global.

“Pusat teknologi ini menjadi pijakan penting dalam mewujudkan visi tersebut melalui penguatan kapasitas riset, pengembangan talenta, dan inovasi teknologi,” ujar Meutya.

Ditambahkan, UGM Indosat NVAITC didukung platform AI full-stack NVIDIA dan GPU Merdeka, platform sovereign GPU-as-a-Service milik Indosat.

Fasilitas tersebut memberikan akses kepada peneliti dan mahasiswa UGM terhadap komputasi berakselerasi kelas enterprise, perangkat lunak AI, pretrained models, development frameworks, pelatihan, bimbingan teknis, hingga kolaborasi dengan industri.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha menjelaskan, pengembangan AI harus diikuti dengan pemerataan akses teknologi dan penguatan kapasitas talenta Indonesia.

“Kami ingin memastikan tidak ada masyarakat Indonesia yang tertinggal di era AI. Melalui UGM Indosat NVAITC, kami memperluas akses terhadap teknologi dan keahlian AI global, sekaligus memberdayakan talenta lokal agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta inovasi AI,” ujar Vikram Sinha.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha (Foto: Indosat)

Sementara itu, Vice President of Solutions Architecture and Engineering NVIDIA, Marc Hamilton, menilai Indonesia memiliki potensi besar melalui komunitas peneliti, pengembang, dan inovator.

Ia menyebut AI memiliki peluang besar untuk memberikan dampak pada sektor kesehatan, pertanian, hingga penanggulangan bencana.

UGM Indosat NVAITC selanjutnya akan mengembangkan riset AI terapan dengan memanfaatkan kemampuan riset multidisiplin UGM, data lokal, serta talenta peneliti dan mahasiswa.

Pada tahap awal, terdapat sejumlah proyek strategis yang dikembangkan, antara lain eNose-TB, teknologi screening berbasis AI untuk mendukung penanggulangan tuberkulosis di Indonesia.

Selain itu, pusat riset tersebut mengembangkan SmartAgri, yang memanfaatkan multimodal AI, edge computing, dan teknologi pertanian presisi untuk meningkatkan produktivitas serta ketahanan pertanian di wilayah beriklim tropis.

Proyek lainnya adalah Tech4Disaster, platform AI geospasial yang ditujukan untuk memperkuat kemampuan prediksi, mitigasi, dan penanganan bencana.

Sementara itu, Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D. mengatakan, UGM berkomitmen mendukung pengembangan AI Indonesia melalui pendidikan, penelitian, dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Melalui UGM Indosat NVAITC, mahasiswa dan peneliti mendapatkan akses terhadap infrastruktur AI canggih dan keahlian global untuk mengembangkan solusi di bidang strategis seperti kesehatan, pertanian, dan ketahanan bencana,” ujar Prof. Ova Emilia.

Menurutnya, keberadaan UGM Indosat NVAITC juga memperluas akses mahasiswa dan peneliti terhadap infrastruktur AI canggih serta keahlian global, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas disiplin.

Peneliti Utama Tim Riset eNose-TB UGM, Dr. Dian Kesumapramudya Nurputra, M.Sc., Ph.D., Sp.A., mengatakan dukungan infrastruktur dan keahlian AI berstandar dunia akan membantu mempercepat pengembangan teknologi kesehatan di Indonesia.

Ia berharap riset tersebut dapat menghasilkan teknologi kesehatan yang terjangkau dan mudah diakses masyarakat.

Peluncuran UGM Indosat NVAITC menjadi awal dari komitmen jangka panjang untuk memperkuat ekosistem riset, pengembangan talenta, dan inovasi AI di Indonesia.

Kolaborasi ini telah dimulai sejak inisiasi tata kelola organisasi pada Juli 2025, dilanjutkan dengan penandatanganan Letter of Intent pada awal 2026, hingga peresmian pusat teknologi pada 13 Agustus 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....