FKIP Uncen Menggelar KKN Mandiri, Fokus Tingkatkan Literasi dan Numerasi
- 10 Agt 2026 12:45 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Cenderawasih (Uncen) melepas 270 mahasiswa dan mahasiswi, untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri di Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, Senin (10/08/2026).
Kegiatan KKN Mandiri FKIP Uncen tahun 2026 mengusung tema “Kampung Cerdas Digital Berbasis Kearifan Lokal: KKN Tematik FKIP Uncen untuk Papua Cerdas Aksara dan Angka Berkelanjutan.”
Dalam arahannya Dekan FKIP Uncen, Dr. Yan Dirk Wabiser, S.Pd., M.Hum., pada pelepasan KKN Mandiri mengatakan, pelaksanaan KKN merupakan tahap implementasi dari ilmu yang telah diperoleh mahasiswa selama mengikuti perkuliahan dan pembekalan.
“Sekarang kita masuk pada tahap pelaksanaan. Kita sudah satu minggu melaksanakan pembekalan, baik di Jayapura maupun Biak, dan semuanya berjalan dengan lancar. Hari ini Saudara diberikan pelepasan untuk turun ke lapangan dan mengimplementasikan apa yang didapatkan di bangku kuliah maupun dalam pembekalan,” kata Dekan FKIP Uncen, Dr. Yan Dirk Wabiser.
Menurutnya, mahasiswa KKN FKIP Uncen memiliki peran penting dalam mendorong terwujudnya kampung cerdas melalui peningkatan kemampuan literasi dan numerasi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah.
Ia mengatakan, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari kampung. Ketika kampung menjadi cerdas, maka distrik dan kabupaten akan ikut berkembang, hingga pada akhirnya mendukung terwujudnya Provinsi Papua yang cerdas.
“Kalau kampung sudah cerdas, distrik cerdas, kabupaten cerdas, maka Provinsi Papua pasti cerdas. Kita mulai dari situ,” tuturnya.

Dr. Yan Dirk Wabiser menjelaskan, salah satu fokus utama KKN Mandiri FKIP Uncen adalah membantu meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak-anak di kampung.
Menurutnya, kemampuan membaca dan matematika masih menjadi tantangan dalam dunia pendidikan di Papua. Karena itu, mahasiswa FKIP Uncen diharapkan dapat berkontribusi langsung membantu pemerintah dalam meningkatkan kemampuan dasar tersebut.
“Persoalan membaca dan matematika ini yang sangat rendah. Kita turun ke kampung untuk membantu pemerintah, membantu Pemerintah Provinsi Papua untuk mengangkat literasi dan numerasi,” jelasnya.
Ia menilai, salah satu jembatan penting dalam meningkatkan literasi dan numerasi di Papua adalah kearifan lokal. Pendekatan pendidikan yang mengangkat budaya, bahasa, lingkungan, serta kehidupan sehari-hari masyarakat dinilai dapat membuat proses pembelajaran lebih dekat dengan anak-anak.
“Kita sekarang penekanannya pada kearifan lokal. Kearifan lokal ini menjadi jembatan untuk meningkatkan literasi dan numerasi,” tegas Dr. Yan Dirk Wabiser.
Mahasiswa juga diminta melakukan identifikasi terhadap berbagai bentuk kearifan lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran. Data tersebut kemudian dapat dikembangkan menjadi media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan kehidupan anak-anak di kampung.
Dr. Yan Dirk Wabiser memberikan contoh bagaimana kearifan lokal dapat digunakan untuk mengajarkan angka kepada anak-anak sekolah dasar. Untuk siswa kelas 1 SD, misalnya, pembelajaran dapat diarahkan pada pengenalan huruf dan angka serta kemampuan mengeja. Hal ini penting, sebab konsep matematika dasar sebenarnya telah hidup di tengah masyarakat dan dapat diperkenalkan kepada anak menggunakan bahasa lokal.
“Matematika itu sudah ada di tengah masyarakat. Masyarakat lokal sudah memiliki bilangan dasar. Ini yang bisa kita gunakan untuk mengajar anak-anak,” ujar Dekan FKIP Uncen.
Pendekatan tersebut, lanjutnya, diharapkan membuat anak-anak lebih mudah memahami konsep angka karena materi pembelajaran dikaitkan dengan bahasa dan lingkungan budaya yang mereka kenal sehari-hari.
Dekan FKIP Uncen menegaskan, mahasiswa yang diterjunkan ke kampung harus menyadari posisi mereka sebagai utusan dan duta pendidikan. Ia meminta mahasiswa tidak sekadar menjalankan program KKN, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kemampuan anak-anak di lokasi pengabdian.
“Semua ingat baik, kamu itu adalah utusan. Kamu itu adalah utusan yang pergi untuk mencerdaskan. Utusan, perwakilan, duta yang pergi untuk mencerdaskan,” jelas Dr. Yan Dirk Wabiser.
KKN Mandiri FKIP Uncen tahun 2026 diikuti oleh 270 mahasiswa dan mahasiswi, berlangsung selama tiga minggu, mulai 10 hingga 28 Agustus 2026, dengan lokasi pelaksanaan tersebar di Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom.
Di Kabupaten Jayapura, mahasiswa ditempatkan di sembilan kampung, yakni Kampung Dormena, Wambena, Tablasupa, Waiya, Yepase, Maribu, Waibron, Dosai, dan Sabron Sari.
Sementara di Kabupaten Keerom, KKN dilaksanakan di Kampung Arso Kota, Kwimi, Ubiyau, Sangaria, dan Warbo.
Melalui KKN Mandiri tersebut, Dekan FKIP Uncen Dr. Yan Dirk Wabiser berharap, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta pengabdian masyarakat, tetapi mampu menjadi penggerak pembelajaran di kampung dengan mengintegrasikan teknologi digital dan kearifan lokal.
Program tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kemampuan literasi dan numerasi, sekaligus memperkuat penggunaan bahasa dan budaya lokal sebagai bagian dari proses pendidikan anak-anak di Papua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....