UNICEF dan CoE Uncen Dokumentasikan Program Pemodelan MBG Terintegrasi

  • 31 Jul 2026 14:20 WIB
  •  Jayapura

UNICEF Gandeng CoE Uncen Dokumentasikan Program MBG di Papua

RRI.CO.ID, Jayapura – UNICEF bersama Regional Center of Excellence (CoE) Universitas Cenderawasih memulai dokumentasi Program Pemodelan Makan Bergizi Gratis (MBG) Terintegrasi di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. Hasil dokumentasi akan disusun menjadi policy brief sebagai bahan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah.

Sekretaris Regional Center of Excellence Universitas Cenderawasih, Dr. Inriyanti Assa, mengatakan kegiatan diawali dengan workshop persiapan bagi tim pengumpul data. Workshop yang difasilitasi PT Komunikologi Indonesia Sejahtera (KOGI) itu bertujuan menyamakan persepsi sebelum pelaksanaan pengumpulan data di lapangan.

“Kegiatan ini adalah pengumpulan data dokumentasi Program Pemodelan MBG Terintegrasi di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura,” kata Inriyanti di Jayapura, Jumat, 31 Juli 2026. “Kegiatan ini merupakan kerja sama UNICEF, KOGI, Yayasan Gapai Harapan Papua, dan Regional Center of Excellence.”

Menurut Inriyanti, CoE Universitas Cenderawasih mengoordinasikan proses pengumpulan data dokumentasi yang melibatkan fasilitator dari Universitas Cenderawasih dan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan. Sebelum turun ke lapangan, seluruh fasilitator mengikuti pembekalan agar memiliki pemahaman yang sama mengenai metode dan instrumen pengumpulan data.

“Tujuan workshop hari ini adalah menyamakan persepsi saat melakukan pengumpulan data,” ujarnya. “Data dikumpulkan dari stakeholder, SPPG, dan sekolah.”

Ia menjelaskan dokumentasi difokuskan pada pengumpulan data kualitatif untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan Program MBG Terintegrasi. Pendekatan tersebut digunakan untuk mendokumentasikan praktik pelaksanaan program, bukan menghitung capaian secara statistik.

“Ini bukan data kuantitatif, tetapi data kualitatif,” ucapnya. “Data itu menggambarkan pelaksanaan program di lapangan.”

Menurutnya, informasi yang diperoleh akan menjadi dasar penyusunan policy brief bagi pemerintah daerah. Dokumen tersebut diharapkan dapat mendukung penyusunan kebijakan lanjutan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

“Untuk membuat policy brief harus ada informasi awal,” katanya. “Sebelum melakukan tindak lanjut harus ada data.”

Sesuai rencana, pengumpulan data lapangan akan berlangsung pada 3–14 Agustus 2026 di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. Tim akan menghimpun informasi dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan sekolah, sebelum hasilnya diserahkan kepada pemerintah daerah dalam bentuk policy brief.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....