Wagub Papua: Anak Berhak Aman di Dunia Nyata dan Digital
- 23 Jul 2026 14:18 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Wakil Gubernur Papua, Aryoko A.F. Rumaropen, menegaskan setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, baik di dunia nyata maupun ruang digital. Perlindungan anak dinilai menjadi tanggung jawab seluruh elemen bangsa.
Aryoko menyampaikan hal itu saat memimpin Apel Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Provinsi Papua. Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Gubernur Papua, Kamis, 23 Juli 2026.
Membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Aryoko mengatakan perlindungan anak harus mencakup berbagai ancaman. Anak harus terbebas dari kekerasan, eksploitasi, penelantaran, hingga diskriminasi.
“Melindungi adalah kewajiban seluruh pihak untuk memastikan anak terbebas dari kekerasan, eksploitasi, penelantaran, diskriminasi, perkawinan anak, dan perundungan,” kata Aryoko. “Perlindungan itu juga mencakup ruang digital.”
Menurutnya, perlindungan anak tidak hanya menjadi tugas pemerintah. Keluarga, sekolah, masyarakat, media, dunia usaha, tokoh agama, tokoh adat, dan akademisi memiliki tanggung jawab yang sama.
“Perlindungan anak tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah semata,” ujarnya. “Dibutuhkan kolaborasi dan gotong royong seluruh elemen bangsa.”
Aryoko mengatakan anak juga perlu dilibatkan dalam upaya perlindungan dirinya. Anak didorong berani menyampaikan pendapat, saling mengingatkan, dan berpartisipasi sesuai usia serta kemampuannya.
Ia juga mengajak anak-anak tidak takut melapor apabila mengalami atau menyaksikan kekerasan. Negara, kata dia, telah menyiapkan layanan pengaduan untuk memberikan perlindungan.
“Jika suatu saat kalian merasa tidak nyaman atau mengalami kekerasan, jangan diam,” katanya. “Ceritakan kepada orang dewasa yang kalian percaya atau hubungi layanan SAPA 129.”
Dalam amanat tersebut, pemerintah juga mengampanyekan Gerakan Bersama Lindungi Anak (BERLIAN). Gerakan itu mengajak seluruh elemen masyarakat menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak.
“Peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni,” ujar Aryoko. “Ini menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak hidup aman, bahagia, dihormati, dan didengar suaranya.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....