Uang Lusuh Masih Banyak Beredar di Kepulauan Papua
- 06 Agt 2026 06:21 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Bank Indonesia menyebut uang lusuh masih banyak beredar di wilayah kepulauan Papua. Kondisi itu terjadi karena keterbatasan akses distribusi uang layak edar.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono, mengatakan masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal masih bergantung pada uang tunai. Karena itu, kebutuhan uang layak edar tetap menjadi prioritas.
“Uangnya sering kali sudah sangat lusuh, warnanya pudar, bahkan gambar pahlawannya mungkin sudah sulit dikenali,” kata Warsono saat pelepasan Ekspedisi Rupiah Berdaulat Papua 2026 di Jayapura, Selasa, 4 Agustus 2026. “Padahal, masyarakat berhak memegang uang yang layak agar transaksi menjadi lebih nyaman.”
Warsono mengatakan distribusi uang layak edar menghadapi tantangan geografis yang tidak ringan. Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau yang harus dijangkau layanan kas Bank Indonesia.
Ia menjelaskan Bank Indonesia mendapat amanat menyediakan uang dalam jumlah yang cukup, pecahan yang tepat, dan kondisi layak. Pelaksanaan tugas tersebut membutuhkan dukungan TNI Angkatan Laut. “Menjangkau lebih dari 17 ribu pulau bukanlah hal yang bisa kami lakukan sendiri tanpa dukungan TNI Angkatan Laut,” ujarnya.
Selain distribusi uang layak edar, Bank Indonesia juga menyoroti penggunaan mata uang asing di sejumlah wilayah perbatasan. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam menjaga kedaulatan rupiah.
Ekspedisi Rupiah Berdaulat Papua 2026 akan mengunjungi Pulau Pai, Pulau Owi, Pulau Numfor, Pulau Bepondi, dan Pulau Yapen. Kegiatan berlangsung pada 4–10 Agustus 2026 menggunakan KRI Mata Bongsang (873).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....