BPJS Kesehatan Goes to Campus, Tingkatkan Pemahaman Mahasiswa tentang JKN

  • 15 Jun 2026 16:40 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Jelang peringatan hari jadi BPJS Kesehatan ke 58, BPJS Kesehatan Cabang Jayapura menggelar kegiatan “BPJS Kesehatan Goes to Campus 2026”, yang berlangsung di Institut Swadiri Jayapura, Senin (15/06/2026).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Erika Verayanti Lumban Gaol mengatakan, secara umum kegiatan tersebut diisi dengan pemberian materi agar para mahasiswa bisa lebih paham dan mengetahui BPJS Kesehatan, layanan BPJS Kesehatan, dan berbagai program yang ada di dalamnya.

Selain itu, pada program BPJS Kesehatan Goes to Campus, para mahasiswa diberikan kuliah umum tentang pentingnya Social Health Insurance atau asuransi kesehatan sosial, dan dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BPJS Kesehatan dan Institut Swadiri guna memperkuat kerja sama di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

“Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui edukasi dan peluang kolaborasi, termasuk kegiatan magang di BPJS Kesehatan. Dengan adanya MoU ini, diharapkan mahasiswa Institut Swadiri dapat memperoleh kesempatan lebih luas untuk mengaplikasikan teori yang didapat di kampus melalui praktik langsung di lapangan,” Erika Verayanti Lumban Gaol.

Selain itu, melalui program BPJS Kesehatan Goes to Campus, mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai konsep asuransi kesehatan sosial, perbedaannya dengan asuransi komersial, serta implementasi Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia.

Dalam pemaparannya, Erika menjelaskan bahwa keberlangsungan Program JKN sangat bergantung pada tiga pilar utama, yaitu revenue collection, risk pooling, dan strategic purchasing. Ia berharap mahasiswa semakin memahami pentingnya kepatuhan dalam kepesertaan dan pembayaran iuran guna menjaga keberlanjutan program JKN.

“Harapan kami, mahasiswa menjadi lebih sadar dan memahami bagaimana sistem jaminan sosial nasional bekerja serta pentingnya menjaga keberlanjutan Program JKN yang telah berjalan sejak tahun 2014,” tegas Erika.

Menurut Erika, antusiasme mahasiswa selama kegiatan berlangsung cukup tinggi. Meski kegiatan dilaksanakan pada jam kuliah yang dianggap rawan menurunkan konsentrasi peserta, diskusi justru semakin aktif menjelang akhir sesi.

“Bahkan kami sampai harus membatasi jumlah pertanyaan karena begitu banyak mahasiswa yang ingin bertanya dan memberikan masukan kepada BPJS Kesehatan,” tambahnya.

BPJS Kesehatan Goes to Campus, Berikan Pemahaman kepada Mahasiwa di Istitut Swadiri Jayapura Tentang Tentang Pentingnya JKN (Foto: Arull)

Sementara itu, Wakil Rektor II Institut Swadiri, Ria Romantir, menyampaikan apresiasinya kepada BPJS Kesehatan Cabang Jayapura atas terlaksananya kegiatan BPJS Kesehatan Goes to Campus. Ia mengatakan bahwa kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan merupakan bagian penting dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Kami sangat senang karena kerja sama yang telah direncanakan sejak tahun lalu akhirnya dapat terealisasi. Kolaborasi ini sangat penting untuk mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Ria Romantir.

Dijelaskan, para peserta berasal dari Program Studi Administrasi Kesehatan yang terdiri dari mahasiswa angkatan 2023, 2024, dan 2025. Dan melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan wawasan yang lebih luas mengenai sistem jaminan kesehatan nasional serta peran BPJS Kesehatan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Indonesia.

Sementara itu, salah satu peserta, Irenius Baransano, mahasiswa Program Studi Administrasi Kesehatan angkatan 2024, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut.

“Saya senang sekali BPJS Kesehatan datang ke kampus kami. Kami jadi lebih memahami cara menjadi peserta JKN, proses pendaftaran, serta berbagai informasi terkait pelayanan kesehatan yang sebelumnya belum kami ketahui,” ungkap Irenius.

Melalui kegiatan BPJS Kesehatan Goes to Campus 2026, BPJS Kesehatan berharap dapat meningkatkan literasi dan pemahaman generasi muda mengenai sistem jaminan kesehatan nasional sekaligus memperkuat sinergi dengan institusi pendidikan dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan peduli terhadap keberlangsungan Program JKN.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....