Tim Gabungan Perluas Penyisiran Lokasi Ledakan Mortir di Biak
- 05 Jun 2026 13:54 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Aparat gabungan memperluas area pencarian korban ledakan yang diduga berasal dari bom atau mortir peninggalan Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor. Hingga Rabu (3/6/2026), tim gabungan masih mencari tiga korban yang belum ditemukan.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito mengatakan, jumlah korban meninggal dunia yang telah terdata sebanyak enam orang. Untuk mempercepat pencarian, area penyisiran diperluas dari radius 500 meter menjadi 1 kilometer dari lokasi ledakan.
“Tim gabungan memperluas area penyisiran untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan serta mengantisipasi adanya material berbahaya lain di sekitar lokasi,” kata Kombes. Pol. Cahyo Sukarnito.
Dalam penyisiran terbaru, petugas menemukan sejumlah bagian tubuh manusia yang kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Biak untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Selain pencarian korban, Tim Penjinak Bom (Jibom) Sat Brimob Polda Papua masih melakukan sterilisasi di sekitar lokasi kejadian guna memastikan tidak ada sisa bahan peledak atau benda berbahaya lainnya.
Menurut Cahyo, langkah tersebut penting untuk menjamin keselamatan masyarakat maupun petugas yang masih bekerja di lapangan.
Di sisi lain, Tim Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Papua juga tengah memeriksa berbagai sampel dan barang bukti yang ditemukan di lokasi ledakan. Pemeriksaan dilakukan secara ilmiah untuk mendukung proses identifikasi forensik dan penyelidikan penyebab ledakan.
“Berbagai barang bukti dan sampel yang ditemukan sedang dianalisis. Hasil pemeriksaan ini diharapkan dapat membantu mengungkap secara jelas penyebab peristiwa ledakan tersebut,” ujarnya.
Polda Papua mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, atau mendekati benda yang diduga merupakan sisa amunisi atau material berbahaya peninggalan perang. Warga diminta segera melaporkan temuan tersebut kepada aparat keamanan agar dapat ditangani sesuai prosedur.
Hingga saat ini, proses pencarian korban, sterilisasi lokasi, dan penyelidikan masih terus berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....