Polisi Libatkan Tim DVI dan Bidlabfor Dalami Ledakan Maut di Biak
- 05 Jun 2026 13:55 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Aparat Kepolisian terus mendalami peristiwa ledakan yang berasal dari mortir sisa Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor pada 31 Mei 2026. Dalam penanganan kasus ini, polisi melibatkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) dan Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) untuk mengungkap penyebab ledakan serta mengidentifikasi korban.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, mengatakan hingga Kamis (4/6/2026), tim gabungan masih melakukan penyisiran lokasi, pencarian korban, dan pengumpulan barang bukti. Sejumlah benda yang diduga berkaitan dengan ledakan telah ditemukan dan sebagian telah diuji di lokasi kejadian.
“Sebagian barang bukti hari ini dibawa ke Jayapura untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Bidlabfor Polda Papua sebagai bagian dari scientific investigation dan scientific identification,” kata Kombes. Pol. Cahyo Sukarnito.
Dalam insiden tersebut, enam warga dilaporkan meninggal dunia, sementara tiga orang lainnya masih dinyatakan hilang. Tim gabungan juga menemukan sejumlah bagian tubuh korban di sekitar lokasi ledakan.
Untuk mendukung proses identifikasi, Polda Papua memberangkatkan Tim DVI dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokes) ke Biak Numfor.
“Tim DVI diterjunkan untuk membantu proses identifikasi terhadap potongan-potongan tubuh yang ditemukan sehingga identitas korban dapat diketahui secara akurat dan ilmiah,” ujarnya.
Selain penyelidikan, pencarian korban terus diperluas hingga radius 3 kilometer dari titik ledakan dengan melibatkan personel TNI-Polri, Basarnas, pemerintah daerah, komunitas nelayan, dan relawan setempat.
Polda Papua berharap proses pencarian, identifikasi korban, dan pemeriksaan laboratorium dapat segera memberikan kejelasan mengenai penyebab ledakan serta kepastian bagi keluarga korban.
Hingga saat ini, situasi di Kabupaten Biak Numfor dilaporkan tetap aman dan kondusif, sementara proses penyelidikan dan pencarian korban masih terus berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....