Hari Ke-5 Pasca Ledakan Mortir di Biak, Tim Gabungan Temukan 32 Potongan Tubuh
- 05 Jun 2026 13:56 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Tim gabungan kembali menemukan 32 potongan tubuh pada hari kelima penanganan insiden ledakan mortir yang diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II di kawasan Kompleks Perikanan Biak, Kabupaten Biak Numfor, Kamis (04/06/2026).
Kapolres Biak Numfor, AKBP. Ari Trestiawan mengatakan, hingga saat ini jumlah korban meninggal dunia tercatat enam orang, sementara tiga korban lainnya masih dalam proses pencarian dan identifikasi.
"Untuk korban yang sebelumnya menjalani perawatan inap, saat ini telah berada di posko pengungsian untuk menjalani rawat jalan. Korban mengalami patah tulang dan masih dalam pemantauan Dinas Kesehatan serta RSUD Biak," ujar Kapolres.
Dari 32 potongan tubuh yang ditemukan hari ini, sebanyak 30 potongan ditemukan Tim Jibom Gegana Polda Papua saat melakukan sterilisasi di area ledakan, sedangkan dua potongan lainnya ditemukan Tim SAR Gabungan di area pencarian. Seluruh temuan telah dievakuasi untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Selain potongan tubuh, petugas juga menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, berupa tiga parang, satu pisau, dan dua jam tangan.
Kapolres menjelaskan, Tim Jibom Gegana Polda Papua telah mensterilisasi sekitar 75 persen area terdampak ledakan. Dari proses tersebut, tim menemukan 42 serpihan casing proyektil yang akan menjadi bahan penyelidikan lebih lanjut.
Sementara itu, Tim Puslabfor Polda Papua yang mulai terlibat dalam penanganan kasus telah melakukan olah tempat kejadian perkara pada radius sekitar 25 meter dari titik ledakan. Dari pemeriksaan awal, petugas mengamankan 20 serpihan logam, dua gergaji besi, dan satu mata gerinda untuk diuji secara laboratoris.
Proses identifikasi korban juga terus dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI). Tim telah membuka Posko Antemortem di sekitar lokasi kejadian dan mengumpulkan tiga data antemortem serta sampel DNA dari keluarga korban yang belum teridentifikasi.
"Besok Tim DVI akan mengambil sampel DNA dari potongan tubuh yang berada di kamar jenazah RSUD Biak untuk kepentingan identifikasi," kata AKBP. Ari.
Hingga kini, pencarian korban masih dilakukan dengan sistem pembagian wilayah. Evakuasi di Ring 1 dilakukan setelah area dinyatakan aman oleh Tim Jibom, sedangkan pencarian di Ring 2 terus dilakukan oleh Basarnas dan tim gabungan dalam radius sekitar empat kilometer dari lokasi ledakan.
Kapolres mengimbau masyarakat yang menemukan atau menyimpan benda yang diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II agar segera melaporkannya kepada pihak kepolisian untuk ditangani secara aman.
Seluruh unsur yang terlibat saat ini masih terus bekerja melakukan pencarian korban, identifikasi, sterilisasi lokasi, serta penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti ledakan dan memberikan kepastian kepada keluarga korban.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....