Polisi Menunggu Hasil Labfor dan DVI Terkait Ledakan di Biak

  • 11 Jun 2026 12:33 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Polda Papua terus mendalami penyelidikan kasus ledakan yang terjadi di Kabupaten Biak Numfor. Sejumlah langkah telah dilakukan, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan laboratorium forensik, hingga proses identifikasi korban oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua, Kombes. Pol. Parasian H. Gultom mengatakan, tim Laboratorium Forensik (Labfor) telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan terkait penyebab ledakan.

Menurutnya, dari total delapan korban yang sebelumnya dilaporkan, tiga korban yang semula dinyatakan belum ditemukan ternyata telah terurai menjadi potongan-potongan tubuh akibat kuatnya ledakan. Temuan tersebut diperoleh setelah petugas melakukan olah TKP secara menyeluruh.

"Potongan-potongan tubuh yang ditemukan telah diamankan sebagai barang bukti oleh tim DVI Polda Papua dan dibawa ke Jakarta untuk proses identifikasi lebih lanjut," ujar Kombes Pol. Parasian H. Gultom, Kamis (11/06/2026).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua, Kombes. Pol. Parasian H. Gultom (Foto: Arull)

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan DVI Jakarta untuk memastikan identitas korban. Selain itu, hasil analisis resmi dari Laboratorium Forensik juga masih dalam proses.

Meski demikian, berdasarkan pemeriksaan awal menggunakan instrumen cepat di lokasi kejadian, bahan peledak yang ditemukan diduga mengandung unsur Trinitrotoluene (TNT). Namun, kepastian mengenai jenis bahan peledak tersebut akan disampaikan setelah hasil resmi dari Bidang Laboratorium Forensik Polda Papua diterbitkan.

Lebih lanjut, Kombes, Pol. Parasian H. Gultom menyebutkan bahwa data antemortem para korban telah berhasil dikumpulkan oleh tim DVI dan turut dibawa ke Jakarta sebagai bahan pencocokan dalam proses identifikasi.

Polda Papua mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil resmi pemeriksaan forensik dan identifikasi korban guna menghindari munculnya informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....