Karantina Papua Tolak 150 Kilogram Daging tanpa Dokumen di Serui

  • 12 Mei 2026 20:17 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Serui – Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua menolak masuknya 150 kilogram daging sapi dan tulang iga tanpa dokumen karantina di Pelabuhan Serui, Kepulauan Yapen. Daging tersebut ditemukan saat pengawasan bongkar muat kapal KM Ciremai dari Surabaya.

Pelaksana Tugas Kepala Karantina Papua Krisna Dwiharniati mengatakan petugas awalnya memeriksa muatan buah-buahan dalam kontainer pendingin. Namun petugas kemudian mencurigai adanya aroma amis menyengat dari tiga boks yang tersimpan di dalam kontainer.

“Setelah diperiksa, ditemukan daging sapi dan tulang iga yang tidak dilaporkan kepada petugas karantina,” kata Krisna dalam keterangannya, Selasa, 12 Mei 2026.

Petugas kemudian meminta pemilik barang menunjukkan dokumen karantina dari daerah asal. Namun pemilik tidak dapat memperlihatkan sertifikat kesehatan maupun dokumen karantina. “Karena tidak dilengkapi dokumen karantina, maka dilakukan tindakan penahanan,” ujarnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan administrasi, Karantina Papua memutuskan menolak pemasukan daging tersebut dan mengirimkannya kembali ke daerah asal. Tindakan penolakan dilakukan di Pelabuhan Serui dan disaksikan aparat kepolisian serta otoritas pelabuhan.

Krisna menegaskan dokumen karantina penting untuk menjamin keamanan dan kesehatan komoditas pangan yang masuk ke Papua. Menurutnya, daging tanpa dokumen kesehatan berisiko terhadap masyarakat.

“Meski secara fisik terlihat baik, tanpa dokumen kesehatan maka keamanan komoditas tidak dapat dijamin,” katanya.

Ia menjelaskan pengiriman daging antarwilayah harus melalui pemeriksaan karantina di daerah asal. Setelah dinyatakan memenuhi syarat, petugas akan menerbitkan sertifikat karantina untuk dilaporkan kembali saat tiba di daerah tujuan.

Karantina Papua juga mengimbau masyarakat melaporkan setiap pengiriman komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan. Langkah tersebut penting untuk mencegah masuknya komoditas berisiko ke Papua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....