FERT 2026, Bangkitkan Semangat Persatuan dan Dorong Peningkatan Pariwisata
- 12 Agt 2026 17:34 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Festival Etnik Religi Tolikara (FERT) Tahun 2026 resmi dibuka. Pelaksanaan festival bernuansa etnik dan religi di kabupaten Tolikara ini, berlangsung di Pendidikan, Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Rabu (12/8/2026).
Pembukaan festival berlangsung meriah, aman, dan kondusif. Sekitar 450 peserta dan undangan hadir dalam kegiatan yang mengusung tema “Merawat Budaya, Menguatkan Iman, Membangun Tolikara.”
Festival dibuka langsung Bupati Tolikara, Willem Wandik, serta turut dihadiri oleh Pangkoops TNI Habema, Mayjen. TNI. Yudha Airlangga, Dansatgas Habema, Brigjen. TNI. Persada Alam, Danrem 172/Praja Wira Yakti, Brigjen. TNI. Robby Suryadi, serta jajaran TNI-Polri dan Pemerintah Kabupaten Tolikara.
Rangkaian kegiatan diawali ibadah singkat dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia FERT, Direktur Bimas Kristen Kementerian Agama RI, dan Bupati Tolikara.
Bupati Tolikara, Willem Wandik mengatakan, FERT bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat identitas budaya, nilai-nilai religi, dan kebersamaan masyarakat. Festival tersebut juga diharapkan mampu mendorong pengembangan pariwisata serta ekonomi kreatif di Kabupaten Tolikara.
“Iman memberikan arah, sementara budaya memberikan akar, melalui Festival Etnik Religi Tolikara ini diharapkan bisa membawa dampak besar terhadap perkembangan pariwisata di Kabupaten Tolikara,” kata Willem Wandik.

Willem Wandik mengapresiasi dukungan TNI-Polri dalam menjaga keamanan selama pelaksanaan festival. Masyarakat juga diajak menjaga keamanan, kebersihan, dan kenyamanan agar Tolikara semakin dikenal sebagai daerah yang aman dan terbuka bagi semua pihak.
Lanjut Bupati Tolikara, kemeriahan FERT 2026 diisi berbagai pertunjukan seni dan budaya. Sebanyak 150 pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA tampil dalam pertunjukan kolosal ukulele.
Pertunjukan dilanjutkan dengan tarian kolosal yang menggambarkan sejarah masuknya Injil di Tolikara serta penampilan Lendawai, tradisi ratapan masyarakat setempat.
"Selain pertunjukan seni, festival yang berlangsung hingga Kamis (13/8/2026) juga menghadirkan pameran produk ekonomi kreatif dan UMKM lokal, yang melibatkan pelaku UMKM lokal Tolikara," tegas Willem Wandik.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Warga mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh semangat kebersamaan.
Pengamanan yang melibatkan TNI-Polri bersama tokoh agama, tokoh adat, dan pemuda turut memastikan seluruh rangkaian pembukaan festival berjalan aman hingga berakhir sekitar pukul 16.00 WIT.
FERT Tolikara 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan, melestarikan budaya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Tanah Papua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....