Pemprov Papua Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem
- 20 Mar 2026 18:46 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Imbauan tersebut disampaikan berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Juru Bicara Gubernur Papua Rifai Darus mengatakan terjadi peningkatan aktivitas atmosfer di wilayah Papua. Kondisi tersebut berupa pertemuan massa angin yang memicu pertumbuhan awan hujan, peningkatan kecepatan angin, serta gelombang laut tinggi.
“Ini bukan situasi cuaca biasa. Kita sedang menghadapi dinamika alam yang harus disikapi dengan kewaspadaan penuh,” kata Rifai di Jayapura, Jumat (20/3/2026).
Ia menjelaskan tinggi gelombang laut di sejumlah wilayah perairan Papua mencapai kategori sedang hingga tinggi. Bahkan gelombang berpotensi mencapai 2,5 hingga 4 meter di wilayah Jayapura, Sarmi, Mamberamo, Biak, Serui, dan Waropen.
Kondisi tersebut dinilai berisiko bagi aktivitas pelayaran. Terutama bagi nelayan tradisional dan transportasi laut skala kecil.
Pemerintah mengimbau nelayan dan pelaku transportasi laut menunda aktivitas melaut jika kondisi tidak memungkinkan. Masyarakat juga diminta terus memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG.
Selain itu, masyarakat pesisir diminta waspada terhadap potensi gelombang tinggi dan angin kencang. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan laut.
Masyarakat di wilayah rawan bencana seperti lereng dan bantaran sungai juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan. Hal ini untuk mengantisipasi potensi banjir dan tanah longsor.
Pemerintah kabupaten dan kota serta organisasi perangkat daerah diminta siaga penuh. Sistem respons cepat diharapkan dapat berjalan optimal jika terjadi kondisi darurat.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Tidak ada aktivitas ekonomi yang lebih penting dari nyawa manusia,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Papua juga terus berkoordinasi dengan BMKG, Basarnas, TNI, dan Polri. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan menghadapi potensi bencana.
Rifai mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan tanda-tanda alam. Ia meminta masyarakat merespons kondisi cuaca dengan bijak dan tidak menunggu bencana terjadi.
“Alam sedang memberi tanda. Tugas kita adalah membaca, memahami, dan meresponsnya dengan bijak,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....