Muara Tami Kembangkan Lahan Jagung untuk Ketahanan Pangan Papua

  • 14 Feb 2026 19:01 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Program penanaman jagung di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, terus digencarkan sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong peningkatan perekonomian masyarakat lokal. Program ini melibatkan kolaborasi antara koperasi, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat pemilik hak ulayat.

Salah satu kegiatan nyata ditunjukkan melalui penanaman perdana jagung oleh Koperasi Bina Ekonomi Bersama di Distrik Muara Tami, Sabtu (14/02/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menjadikan Muara Tami sebagai lumbung pangan di Provinsi Papua.

Ketua Koperasi Bina Ekonomi Bersama, Hans Luthernali, menjelaskan bahwa pengembangan lahan pertanian jagung di wilayah Muara Tami ditargetkan mencapai 5.000 hektare yang tersebar di empat kampung, yakni kampung Skouw Sae, kampung Skouw Mabo, kampung Skouw Yambe, dan kampung Mosso.

“Saat ini lahan yang sudah dibuka baru sekitar tujuh hektare dari target lima ribu hektare. Khusus di lokasi penanaman hari ini, sekitar empat hektare sudah bersih dan siap tanam,” ujar Hans.

Ia menambahkan, koperasi melibatkan 42 anggota dengan pembagian bidang kerja masing-masing. Dalam skema kerja sama, koperasi menyiapkan pembukaan lahan, bibit, serta pupuk. Setelah proses tanam, lahan dikembalikan kepada pemilik hak ulayat untuk dirawat hingga masa panen.

“Hasil panen nantinya dijual kembali ke koperasi. Kami tidak mengambil hak masyarakat, kami hanya membeli hasil panennya. Harga jagung mengikuti harga nasional sekitar Rp4.500 per kilogram, sementara harga lokal bisa mencapai Rp7.000 hingga Rp8.000 per kilogram,” jelasnya.

Jagung yang dihasilkan tidak hanya diperuntukkan bagi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga diarahkan sebagai bahan baku pakan ternak, seperti pakan ayam dan ikan. Program ini diharapkan dapat memperkuat ekonomi keluarga, khususnya di wilayah Skouw dan sekitarnya.

Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, usai memimpin penanaman perdana bibit jagung, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan kebijakan nasional terkait swasembada dan ketahanan pangan. Menurutnya, pemerintah provinsi bersama pemerintah kota dan kabupaten saat ini tengah menyelaraskan program agar pengembangan sektor pertanian berjalan berkelanjutan.

“Pembukaan lahan tidak produktif menjadi lahan produktif merupakan implementasi dari visi besar pemerintah pusat hingga ke daerah. Program ini tidak berhenti hari ini, tetapi akan dimasukkan dalam rencana kerja tahunan lima tahun ke depan untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa penguatan sektor pertanian diharapkan mampu menekan angka pengangguran, meningkatkan pendapatan keluarga, serta berkontribusi pada perbaikan inflasi dan pertumbuhan ekonomi di Papua.

Dukungan terhadap program ketahanan pangan ini turut disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Jefferdian. Menurutnya, kegiatan pertanian ini merupakan langkah positif dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya generasi muda.

“Dengan adanya kegiatan produktif seperti ini, anak-anak muda memiliki ruang untuk berusaha dan meningkatkan taraf hidup. Dari sisi hukum, hal ini juga berdampak pada menurunnya potensi gangguan keamanan dan ketertiban,” katanya.

Hal yang sama juga di sampaikan oleh Walikota Jayapura, Abisay Rollo, yang meminta agara semua pihak bisa mendukung dan mensukseskan Distrik Muara Tami sebagai lumbung pangan Provinsi Papua.

"Mari kita dukung agar Distrik Muara Tami bisa menjadi lumbung pangan Papua, sebab memang dari dulu DIstrik ini dikenal dengan penghasil berbagai komuditas pangan di Kota Jayapura, yang adalah ibukota dari Provinsi Papua," tegas Abisay Rollo ,

Sementara itu, Kapolsek Muara Tami, AKP. Zakarudin menyatakan, pihak kepolisian mendukung penuh program ketahanan pangan melalui pengawalan keamanan dan pendampingan kepada masyarakat. Ia menilai kegiatan pertanian ini turut membantu menciptakan situasi kamtibmas yang lebih kondusif.

“Program penanaman jagung ini membantu perekonomian warga sekaligus menjaga stabilitas keamanan. Aktivitas masyarakat yang sebelumnya cenderung negatif kini dapat dialihkan ke kegiatan produktif,” ujarnya.

Ia menambahkan, Bhabinkamtibmas di setiap kampung, termasuk Skouw Sae, Skouw Mabo, dan Skouw Yambe, akan melakukan pendampingan kepada para petani untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan aman dan berkelanjutan.

Program pengembangan lahan jagung di Distrik Muara Tami ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, koperasi, dan masyarakat adat dalam membangun kemandirian pangan, sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan di wilayah perbatasan Papua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....