Jelang Ramadan, Stok Bapok di Papua Aman dan Terkendali
- 12 Feb 2026 15:41 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Dinas Perdagangan dan Industri (Perdagin) Provinsi Papua memastikan ketersediaan stok bahan kebutuhan pokok di wilayah Jayapura dan sekitarnya dalam kondisi aman dan terkendali menjelang bulan suci Ramadan hingga dua bulan setelah Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Kepala Dinas Perdagangan dan Industri Provinsi Papua, Anthon Imbenay mengatakan, hal tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan para distributor besar di Jayapura yang dipimpin oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekda Papua beberapa hari lalu.
“Dari hasil rapat koordinasi dengan 12 distributor besar di Jayapura, dilaporkan bahwa stok barang menjelang hari raya keagamaan aman hingga dua bulan setelah hari raya,” ujar Anthon Imbenay, Kamis (12/02/2026).
Meski demikian, Anthon menegaskan pihaknya tidak hanya mengandalkan laporan sepihak dari distributor. Secara teknis, pihaknya tengah menyiapkan rencana inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar dan gudang penyimpanan.
“Kami akan memastikan langsung di pasar modern seperti Hypermart dan Saga Mall, juga di pasar tradisional seperti Pasar Youtefa dan Pasar Hamadi, termasuk mengecek stok di gudang-gudang distributor,” jelasnya.
Terkait komoditas utama seperti beras, minyak goreng, dan telur, Anthon menyebutkan ketersediaannya relatif aman. Namun, khusus telur, terdapat laporan adanya sedikit kenaikan harga dan kekurangan pasokan, terutama dari produk lokal.
“Untuk telur, produksi lokal belum mencukupi kebutuhan pasar. Karena itu kami minta distributor mendatangkan pasokan dari luar Papua untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang hari raya. Para distributor sudah menyatakan siap,” katanya.
Selain ketersediaan stok, pihaknya juga terus memantau perkembangan harga di pasar agar tidak terjadi lonjakan yang merugikan masyarakat.
| Baca juga: Stok Energi di Papua Maluku Aman |
“Kami pantau harga setiap hari, supaya tidak ada pedagang yang memanfaatkan momentum hari raya ketika daya beli masyarakat meningkat,” tegas Anthon.
Anthon juga mengimbau masyarakat agar tidak cemas dalam memenuhi kebutuhan bahan kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri.
“Kepada masyarakat, khususnya umat Muslim, jangan cemas. Fokus menjalani ibadah puasa dan merayakan Idulfitri dengan damai. Pemerintah terus memantau pasar dan memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok,” ujarnya.
Ia turut mengingatkan para pedagang agar tidak memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan berlebihan yang dapat meresahkan masyarakat.
“Kita ingin untung itu wajar dalam bisnis, tetapi jangan sampai memanfaatkan momentum hari raya untuk membuat keresahan. Mari ciptakan kenyamanan bagi masyarakat sebagai bentuk pelayanan dan wujud iman kita dalam menyambut hari raya,” pungkasnya.
Sementara itu, Kanit II, Subdit I Indagsi, Ditreskrimsus Polda Papua, AKP. Fredy Nixon Simatauw menjelaskan, Satgas Pangan Polda Papua secara rutin memantau harga dan rantai distribusi bahan pokok di lapangan. Hal dilakukan untuk memastikan rantai pasok tidak terputus, karena berbagai gangguan distribusi, yang bisa memicu inflasi akibat harga pangan di Papua.
“Kami setiap hari turun memantau harga di pasar, mengecek langsung ke distributor, melihat gejala apa yang menyebabkan kenaikan. Rantai pasok harus berkesinambungan, tidak boleh terputus. Selama rantai pasok aman, inflasi bisa kita kendalikan,” jelasnya.
Diakui, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga seperti cabai rawit, cabai keriting, dan bawang merah, namun kenaikan tersebut dipengaruhi faktor alam, terutama dampak banjir di Arso beberapa waktu lalu, yang mengganggu pasokan dari sentra produksi.
“Ini gejolak lapangan yang memang di luar kemampuan Satgas Pangan. Namun pasokan dari Merauke sudah mulai masuk dan harga dipastikan akan kembali stabil,” tutup AKP. Fredy Nixon
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....