Napas Kasih Umat Santo Yohanes Pembaptis Waena untuk Calon Imam Papua

  • 25 Apr 2026 18:09 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Di balik dinding Seminari Menengah Santo Fransiskus Asisi Waena tersimpan sebuah dedikasi besar untuk mencetak pemimpin masa depan Gereja Katolik di Tanah Papua. Perjuangan para pendidik dalam membina karakter dan kedisiplinan para seminaris tidak bisa berdiri sendiri, namun membutuhkan tangan-tangan kasih dari umat, salah satunya dalam menopang keberlangsungan hidup seminari sehari-hari. Kehangatan persaudaraan itu nyata, saat umat dari Santo Yohanes Pembaptis, Paroki Kristus Terang Dunia Waena menyalurkan bantuan bahan pokok (bapok) ke Seminari Menengah Santo Fransiskus Asisi Waena, pada Sabtu sore,

Aksi kasih ini menjadi jawaban atas tantangan finansial yang sering kali dihadapi seminari dalam menyediakan kebutuhan pangan bagi para siswa. Bantuan kasih dari umat hari ini dilakukan sebagai implementasi dari semangat Sinode Keuskupan Jayapura. Terlebih seminari ini terdekat dengan kediaman umat Kombas Santo Yohanes Pembaptis, sehingga umat berinisiatif membantu kebutuhan seminari. Hal itu dikatakan oleh Penggerak Kombas Santo Yohanes Pembaptis Gereja Katolik Kristus Terang Dunia Waena, Sabtu 25 April 2026.

"Harapannya, bantuan ini dapat memberikan keringanan seminari dalam memenuhi kebutuhan harian. Untuk diketahui, sumbangan yang diberikan meliputi beras, telur, susu hingga minyak goreng," kata dia.

Rektor Seminari Menengah Santo Fransiskus Asisi Waena, RD Yohanes Budiyanto Uttun berterima kasih dengan bantuan dari umat Santo Yohanes Pembaptis. "Bantuan yang diberikan bukan sekadar urusan logistik, melainkan bentuk dukungan moral bagi kami, " kata Pastor Yohanes.

Menurutnya, selama ini, para orang tua siswa kerap menyerahkan sepenuhnya kepada Pastor untuk berpikir sendiri bagaimana mencari biaya makannya, saat anak-anak sudah masuk di seminari.

"Kondisi ini membuat operasional seminari sangat bergantung pada subsidi dan bantuan umat dan aksi kasih dari kelompok umat Santo Yohanes Pembaptis Waena menjadi pilar penting kemandirian seminari," ujar Pastor Yohanes.

Walau begitu, pihak seminari tetap bersyukur dengan kerelaan orang tua menyerahkan anaknya untuk dididik menjadi imam di tengah keterbatasan.

Untuk diketahui, seminari menengah menampung anak-anak dari seluruh tanah Papua, mulai dari Keuskupan Jayapura, Timika, Merauke, Agats, hingga Manokwari-Sorong. Saat ini penghuni seminari berjumlah 56 siswa dari sebelumnya 103 siswa.

"Para siswa lainnya tahun ini tamat dan melanjutkan ke pendidikan lainnya. Sisanya yang masih ada yakni siswa yang duduk di kelas 10 dan 11 SMA," kata Pastor Yohanes.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....