Lantik Caretaker Bupati Yalimo, Gubernur Enembe Minta Segera Atasi Konflik Pikada

KBRN, Jayapura : Gubernur Papua, Lukas Enembe melantik Ribka Haluk sebagai Carateker Bupati Yalimo di Gedung Negara, Kota Jayapura, Kamis (26/8/2021).

Dalam sambutannya, Gubernur menekankan agar Ribka Haluk segera menghentikan konflik sengketa Pilkada di daerah itu yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini.

“Saya percayakan Ribka untuk mempimpin Yalimo karena itu daerah asalnya. Saya yakin Ribka mampu membangun komunikasi yang baik dengan seluruh pihak di sana,” kata Enembe.

Gubernur menyatakan, penyelesaian konflik berkepanjangan di Yalimo menjadi tugas utama Carateker Bupati. Karena itu, ia meminta Ribka segera berkomunikasi dengan KPU dan kedua kandidat termasuk para tokoh masyarakat guna mencari solusi penyelesaian konflik.

“Ibu Bupati ini menjadi jembatan penyelesaian konflik. Yang penting Bupati harus mampu menempatkan diri. Bicara dengan tokoh masyarakat dan pemimpin disana untuk mencari solusi yang tepat,” harapnya.

Ia menyatakan, konflik di Yalimo harus segera dihentikan agar roda pemerintahan bisa berjalan kembali dan yang terpenting tidak boleh berlarut-larut karena dikhawatirkan akan menimbulkan banyak korban jiwa.

“Roda pemerintahan di Yalimo tidak boleh berhenti. Tidak boleh ada lagi aksi-aksi pemalangan di sana. Jangan sampai masalah ini berkepanjangan dan timbul korban orang banyak,” tegasnya.

Diketahui dalam dua bulan terakhir, situasi keamanan di Yalimo belum kondusif. Kondisi ini bermula dengan insiden pembakaran 34 bangunan kantor pemerintah serta 126 unit rumah dan kios warga di Distrik Elelim, ibu kota Yalimo pada tanggal 29 Juni 2021 lalu.

Massa juga membakar empat kendaraan roda empat dan 115 unit sepeda motor. Total kerugian akibat aksi pembakaran ratusan bangunan dan kendaraan bermotor di Elelim mencapai Rp 324 miliar.

Sekitar 400 orang melakukan aksi itu setelah Mahkamah Konstitusi mendiskualifikasikan Erdi Dabi sebagai calon bupati Yalimo dan memutuskan pelaksanaan Pilkada ulang. Erdi dinilai masih berstatus mantan terpidana baru dapat mengajukan diri sebagai calon bupati lima tahun mendatang.

Sebanyak 1.025 warga telah mengungsi dari  ke Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya. Warga mengungsi agar menghindari konflik susulan kembali terjadi di Elelim.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00