Menjaga Kesehatan Penglihatan Anak dengan Mengenali Perubahan sejak Dini
- 13 Sep 2026 14:05 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Kesehatan mata anak sering terabaikan, karena mereka belum mampu menjelaskan gangguan penglihatan secara akurat kepada orang tua. Padahal, deteksi dini penting mencegah penurunan penglihatan permanen, termasuk ambliopia dan rabun jauh progresif selama pertumbuhan anak berlangsung.
Melansir kemkes.go.id, pemeriksaan mata dilakukan dokter atau petugas khusus untuk memastikan penglihatan anak normal dan sehat secara optimal. Pemeriksaan tersebut juga mendeteksi masalah retina, saraf mata, otot mata, serta tanda penyakit tertentu pada anak sejak dini.
| Baca juga: Keamanan Pemberian Obat bagi Pasien Kanker |
Orang tua perlu memperhatikan kebiasaan anak yang sering duduk dekat televisi atau memegang gawai terlalu dekat dengan wajah. Anak yang sering memicingkan mata, menggosok mata berlebihan, atau menutup sebelah mata perlu segera diperiksa oleh dokter secepatnya.
Keluhan sakit kepala, pusing, atau mata lelah setelah belajar dapat menjadi tanda gangguan penglihatan pada anak di sekolah. Kesulitan melihat papan tulis dapat menurunkan konsentrasi belajar, bahkan memengaruhi prestasi dan minat anak mengikuti pelajaran di kelas.
Sebagai langkah pencegahan, orang tua disarankan membatasi waktu layar sesuai usia serta mengajak anak beraktivitas di luar rumah. Aktivitas luar ruangan membantu anak memperoleh paparan cahaya alami yang bermanfaat bagi kesehatan mata selama masa pertumbuhan anak.
Pemeriksaan mata rutin, setidaknya setahun sekali, dianjurkan terutama sebelum anak memasuki usia sekolah untuk memastikan penglihatannya tetap sehat. Deteksi dan penanganan sejak dini, membantu mencegah gangguan penglihatan berkembang menjadi kondisi lebih berat dan sulit ditangani kemudian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....