Emotional Eating: Kebiasaan Makan yang Muncul saat Stres
- 22 Agt 2026 17:55 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Sebagian orang makan bukan karena lapar, melainkan karena menghadapi stres, tekanan pekerjaan, kebosanan, atau perubahan suasana hati sehari-hari. Perilaku tersebut dikenal sebagai emotional eating, yaitu kecenderungan mengonsumsi makanan sebagai respons terhadap emosi, bukan kebutuhan fisiologis tubuh.
Melansir jurnal Stress and Health, hubungan antara stres, emosi, dan perilaku makan ternyata tidak selalu sederhana. Studi tersebut menemukan tekanan waktu berkaitan dengan kebiasaan ngemil, sedangkan stres secara umum tidak meningkatkan kemungkinan seseorang mengemil.
Namun, tinjauan sistematis 2026 di jurnal Appetite menemukan respons stres memengaruhi keinginan makan, asupan, serta kemampuan mengendalikan makanan. Peneliti juga menemukan, individu dengan kecenderungan emotional eating lebih sensitif terhadap makanan dan mengalami pengendalian diri lebih rendah.
Ketika stres muncul, seseorang dapat mencari makanan tertentu karena makanan memberikan rasa nyaman, menyenangkan, atau menjadi pengalihan perhatian. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang lebih tertarik pada makanan manis, berlemak, atau makanan favorit ketika mengalami tekanan tertentu.
Kebiasaan tersebut perlu dikenali, karena makan berulang tanpa lapar dapat meningkatkan asupan energi dan berpotensi memengaruhi berat badan. Emotional eating juga berkaitan dengan status berat badan, meskipun hubungan tersebut dapat berbeda berdasarkan kelompok usia.
Meski demikian, tidak semua orang yang mengalami stres, otomatis makan lebih banyak karena respons terhadap tekanan berbeda-beda pada setiap individu. Penelitian terbaru bahkan menunjukkan situasi tertentu, seperti tekanan waktu, dapat mengubah pola ngemil tanpa meningkatkan jumlah makanan secara keseluruhan.
Karena itu, penting membedakan rasa lapar fisik dengan dorongan makan akibat emosi, sebelum mengambil makanan ketika sedang menghadapi tekanan. Jika keinginan makan muncul tiba-tiba, seseorang dapat mencoba berhenti sejenak dan mengenali emosi sebelum memutuskan untuk makan.
Mengelola stres melalui tidur cukup, aktivitas fisik, relaksasi, dan kegiatan menyenangkan dapat membantu menjaga pola makan tetap teratur. Apabila kebiasaan makan karena emosi terasa sulit dikendalikan, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dapat menjadi langkah yang tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....