Memahami Bahaya Risiko Vape
- 11 Agt 2026 00:48 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Di balik hembusan uap beraroma manis yang semakin populer, rokok elektrik menyimpan risiko kesehatan serius yang sering terabaikan. Para pakar kesehatan dan dokter spesialis paru mengingatkan masyarakat, agar tidak menganggap vape sebagai alternatif rokok konvensional.
Melansir kemkes.go.id, vape mengandung bahan kimia yang berpotensi membahayakan kesehatan tubuh jika digunakan terus-menerus dalam jangka panjang. Salah satunya adalah diasetil, senyawa perasa yang dikaitkan dengan penyakit paru serius seperti bronkiolitis obliterans atau popcorn lung.
| Baca juga: Bijak Memilih Menu Sehat |
Meskipun dipasarkan sebagai gaya hidup modern dan sarana berhenti merokok, penggunaan vape tetap memiliki risiko kesehatan. Paparan uap rokok elektrik dalam jangka panjang berpotensi merusak sel paru, memicu peradangan pembuluh darah, serta kecanduan nikotin.
Sebagian besar cairan vape mengandung senyawa tertentu, yang dapat terhirup langsung menuju organ pernapasan ketika cairan tersebut dipanaskan. Beberapa kandungan tersebut meliputi nikotin, propilen glikol, gliserin, diasetil, logam berat, serta partikel ultrahalus yang berbahaya.
Nikotin dapat menyebabkan ketergantungan kuat, memengaruhi perkembangan otak remaja, serta meningkatkan tekanan darah dan risiko gangguan kesehatan lainnya. Karena itu, penggunaan cairan vape mengandung nikotin perlu diwaspadai, terutama remaja dan kelompok usia dewasa muda lainnya.
Propilen glikol dan gliserin, merupakan bahan dasar pembentuk uap yang dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan ketika dipanaskan. Iritasi tersebut dapat menimbulkan ketidaknyamanan pernapasan, terutama apabila paparan berlangsung berulang dan dalam jangka waktu panjang terus-menerus.
Diasetil, merupakan senyawa perasa yang apabila terhirup dapat dikaitkan dengan kondisi popcorn lung atau bronkiolitis obliterans. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan permanen pada saluran udara kecil paru-paru, sehingga mengganggu fungsi pernapasan manusia secara bertahap.
Selain itu, vape dapat menghasilkan logam berat dan partikel ultrahalus, termasuk timbal, nikel, serta timah ukuran sangat kecil. Partikel tersebut dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan berpotensi mencapai aliran darah, sehingga menimbulkan risiko kesehatan serius.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....