Mengapa Seseorang Bisa Mengalami Fobia? Ini Penjelasan Psikologisnya

  • 29 Mei 2026 17:59 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Melansir jurnal PMC, fobia adalah ketakutan berlebihan terhadap objek, situasi, atau kondisi tertentu yang sebenarnya tidak selalu berbahaya. Kondisi ini dapat memicu kecemasan intens, kepanikan, dan keinginan kuat untuk menghindari pemicunya.

Menurut para psikolog, fobia tidak muncul begitu saja, melainkan dipengaruhi berbagai faktor yang saling berkaitan. Faktor tersebut dapat berasal dari pengalaman hidup, proses belajar, lingkungan, hingga faktor biologis seseorang.

Salah satu penyebab paling umum, adalah pengalaman traumatis yang meninggalkan kesan mendalam dalam ingatan seseorang. Misalnya, seseorang yang pernah digigit anjing, mungkin mengembangkan ketakutan berlebihan terhadap anjing setelah kejadian tersebut.

Selain pengalaman langsung, fobia juga dapat terbentuk melalui proses pengamatan terhadap orang lain di sekitar. Anak yang sering melihat orang tua menunjukkan ketakutan ekstrem terhadap sesuatu, dapat meniru respons serupa.

Dalam jurnal ScienceDirect, peneliti juga menemukan, bahwa informasi negatif yang diterima berulang kali dapat memicu munculnya fobia. Cerita menakutkan, pemberitaan berlebihan, atau pengalaman yang diceritakan orang lain, terkadang membentuk persepsi ancaman yang kuat.

Faktor genetik, turut berperan dalam meningkatkan kerentanan seseorang terhadap gangguan kecemasan dan fobia. Studi dalam jurnal SpringerLink, menunjukkan bahwa risiko mengalami fobia dapat dipengaruhi oleh kombinasi faktor keturunan dan lingkungan hidup.

Dari sisi neuropsikologi, bagian otak yang mengatur respons takut, terutama amigdala, memiliki peran penting. Ketika sistem pemrosesan rasa takut terlalu sensitif, seseorang dapat merespons ancaman secara berlebihan meskipun bahaya sebenarnya sangat kecil.

Menariknya, tidak semua orang yang mengalami kejadian menakutkan akan berkembang menjadi fobia. Perbedaan karakter, pengalaman hidup, kemampuan mengelola stres, serta dukungan sosial, turut menentukan bagaimana seseorang merespons rasa takut tersebut.

Para ahli menjelaskan, bahwa fobia merupakan hasil interaksi kompleks antara faktor psikologis, biologis, dan lingkungan. Karena itu, penanganan seperti terapi perilaku kognitif dan terapi paparan, sering digunakan membantu penderita mengelola ketakutan secara bertahap.

Memahami penyebab fobia, penting untuk mengurangi stigma terhadap penderitanya. Dengan penanganan yang tepat, banyak orang dapat mengurangi gejala fobia dan menjalani kehidupan yang lebih nyaman serta produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....