Melanosit: Melanoma pada Anak

  • 08 Agt 2026 00:05 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Kanker kulit jenis melanoma, kerap dianggap hanya menyerang orang dewasa, padahal penyakit tersebut juga menyerang anak-anak dan remaja. Melanoma terjadi akibat mutasi abnormal melanosit, yaitu sel penghasil pigmen kulit, memberikan warna dan melindungi dari radiasi ultraviolet.

Melansir kemkes.go.id, melanoma merupakan kanker kulit yang berasal dari melanosit, yaitu sel yang menghasilkan pigmen pemberi warna kulit. Walaupun lebih sering terjadi pada orang dewasa, melanoma tetap dapat muncul pada anak-anak dan remaja dengan gejala tertentu.

Keterlambatan penanganan pada anak sering terjadi, karena rendahnya kesadaran terhadap gejala dan risiko melanoma yang tergolong langka. Ketika melanosit mengalami mutasi genetik dan tumbuh tidak terkendali, perubahan warna atau benjolan ganas pada kulit dapat terbentuk.

Melanoma pada anak dapat menunjukkan karakteristik berbeda dari orang dewasa yang menggunakan panduan ABCDE untuk mengenali tanda penyakit. Pada anak, melanoma dapat muncul sebagai benjolan merah muda, merah, atau putih, bukan hanya berwarna cokelat tua hitam.

Benjolan baru yang rapuh, terasa gatal, atau mudah berdarah tanpa penyebab jelas juga perlu mendapat perhatian orang tua. Tahi lalat atau tanda lahir bawaan yang berubah bentuk maupun membesar dalam waktu singkat, perlu segera diperiksakan dokter.

Faktor risiko melanoma pada anak meliputi paparan sinar ultraviolet berlebihan, riwayat keluarga, kekebalan lemah, serta tahi lalat bawaan. Dokter spesialis dermatologi mengimbau orang tua melakukan perlindungan dini, dengan mengurangi paparan sinar matahari langsung berlebihan pada anak.

Gunakan tabir surya spektrum luas khusus anak dengan minimal SPF 30, ketika anak beraktivitas di luar ruangan. Batasi paparan matahari langsung, terutama antara pukul 10.00 hingga 16.00 ketika intensitas radiasi ultraviolet cenderung lebih tinggi.

Orang tua juga disarankan memeriksa permukaan kulit anak secara rutin, dari kepala hingga kaki, untuk mendeteksi perubahan. Perubahan pada tahi lalat atau tanda kulit mencurigakan, sebaiknya segera dikonsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....