Cara Mudah Menyapih Anak tanpa Drama
- 05 Jul 2026 04:47 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Menyapih anak, merupakan salah satu fase penting dalam proses tumbuh kembang yang membutuhkan kesiapan anak maupun orang tua. Proses ini sebaiknya dilakukan secara bertahap, agar anak dapat beradaptasi tanpa mengalami tekanan emosional yang berlebihan.
WHO menyebutkan salah satu langkah yang dapat dilakukan, adalah mulai mengurangi frekuensi menyusui secara perlahan. Orang tua dapat mengganti satu sesi menyusui dengan camilan sehat dan makanan bergizi. Atau dengan melakukan aktivitas menyenangkan, sehingga perhatian anak beralih dari menyusu.
Komunikasi juga memegang peranan penting, terutama bagi anak yang sudah mulai memahami perkataan orang tuanya. Jelaskan dengan bahasa sederhana, bahwa ia sudah bertambah besar dan akan belajar mendapatkan makanan serta minuman lain.
Mengubah rutinitas harian, juga dapat membantu mengurangi keinginan anak untuk menyusu. Misalnya, ketika biasanya anak menyusu sebelum tidur, orang tua dapat menggantinya dengan membacakan buku. Kegiatan lain yang bisa dilakukan, yakni bercerita, bernyanyi, atau memberikan pelukan hingga anak merasa nyaman.
Orang tua disarankan untuk menghindari proses penyapihan secara mendadak, apabila tidak ada alasan medis yang mengharuskannya. Penyapihan yang dilakukan secara bertahap, umumnya lebih mudah diterima anak dan membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada ibu.
Selama proses menyapih, pastikan kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi melalui makanan yang seimbang sesuai usianya. Sajikan menu yang mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral agar pertumbuhan serta perkembangan anak tetap optimal.
Kesabaran, menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai reaksi anak selama masa penyapihan. Tidak jarang anak menangis atau meminta menyusu kembali. Oleh karena itu, orang tua perlu tetap tenang dan memberikan perhatian serta kasih sayang yang konsisten.
Setiap anak memiliki kesiapan yang berbeda dalam menjalani proses penyapihan, sehingga tidak perlu membandingkannya dengan anak lain. Apabila anak kesulitan atau terdapat kondisi kesehatan tertentu, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak atau konselor laktasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....