Cara Membaca Label Gizi pada Kemasan: Jangan Mudah Percaya Klaim
- 08 Agt 2026 00:18 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Masyarakat diimbau tidak terkecoh klaim pemasaran pada kemasan makanan, seperti Low Fat, Less Sugar, atau High Calcium. Penting memeriksa tabel Informasi Nilai Gizi di belakang kemasan, untuk menghindari konsumsi gula, garam, dan lemak berlebihan.
Melansir kemkes.go.id, pemahaman label gizi membantu masyarakat mengurangi gula, garam, lemak jenuh, serta memilih makanan lebih sehat. Masyarakat dapat memilih makanan tinggi serat dan protein, sekaligus mengatur berat badan serta kesehatan metabolik secara lebih terarah.
Banyak konsumen menganggap klaim pemasaran pada kemasan sebagai jaminan kesehatan, padahal kandungan gizi harus diperiksa melalui tabel tersebut. Rincian angka dalam tabel gizi, menjadi acuan penting mengetahui kandungan pada setiap produk makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
| Baca juga: Fakta Kerupuk untuk Kesehatan |
Langkah pertama membaca label gizi, adalah memperhatikan takaran saji atau serving size yang tercantum pada kemasan produk. Angka kalori dan gula biasanya dihitung berdasarkan satu takaran saji, bukan keseluruhan isi kemasan yang tersedia untuk konsumen.
Jika minuman berisi 500 mililiter dengan takaran saji 250 mililiter, berarti terdapat dua sajian dalam satu kemasan tersebut. Jika seluruh minuman dihabiskan, jumlah kalori dan gula pada tabel harus dikalikan dua dari angka yang tercantum sebelumnya.
Selanjutnya, cermati tiga komponen penting, yaitu gula, garam, dan lemak, karena konsumsinya perlu dibatasi setiap hari secara rutin. Batas konsumsi harian yang direkomendasikan yaitu gula maksimal 50 gram, garam 2.000 miligram, dan lemak 67 gram perhari.
| Baca juga: Cara Tubuh Tetap Bugar saat Berpuasa |
Klaim rendah lemak pada kemasan, tidak selalu berarti produk lebih sehat karena gula dapat ditambahkan untuk mempertahankan cita rasa. Karena itu, konsumen perlu membandingkan seluruh kandungan gizi, bukan hanya memperhatikan satu klaim yang tercantum pada bagian depan.
Persentase Angka Kecukupan Gizi, menunjukkan besarnya kebutuhan gizi harian yang terpenuhi dari satu porsi makanan atau minuman tersebut. Berdasarkan energi 2.150 kilokalori, lima persen AKG atau kurang tergolong rendah, sedangkan 20 persen atau lebih tergolong tinggi.
Edukasi membaca label gizi semakin penting, seiring meningkatnya perhatian terhadap penyakit degeneratif yang terjadi pada usia muda. Pemerintah terus mendorong regulasi pelabelan warna pada depan kemasan, agar konsumen mengenali produk tinggi gula, garam, dan lemak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....