BPJS Kesehatan Tinjau Langsung Pelayanan JKN di RSUD Dok II Jayapura
- 15 Jul 2026 12:51 WIB
- Jayapura
Poin Utama
- BPJS Kesehatan merayakan hari jadi ke-58 tahun dengan program 'BPJS Menyapa' dengan menyapa pasien di Rumah Sakit
- Mayoritas pasien di RSUD Dok II Jayapura mengaku puas terhadap pelayanan yang diberikan BPJS Kesehatan, termasuk pasien yang menjalani kemoterapi dan radioterapi.
- BPJS Kesehatan saat ini melayani sekitar 285 juta peserta di seluruh Indonesia dengan rata-rata 2 juta pelayanan kesehatan setiap hari, atau lebih dari 700 juta pelayanan dalam setahun.
RRI.CO.ID, Jayapura – Sebagai bagian dari peringatan hari jadi yang ke 58 tahun, BPJS Kesehatan menggelar kegiatan “BPJS Menyapa” yang berlangsung serentak di Indonesia. Di Jayapura, kegiatan “BPSJ Menyapa”, dipimpin oleh Deputi Direksi Wilayah XII BPJS Kesehatan, Benjamin Saut P.S., dengan melakukan kunjungan ke RSUD Jayapura, Selasa (15/07/2026). Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kualitas pelayanan kesehatan sekaligus berdialog dengan pasien, tenaga medis, dan manajemen rumah sakit.
Kata Benjamin Saud, melalui “BPJS Menyapa”, pihaknya ingin mendengar langsung pengalaman peserta yang sedang mendapatkan pelayanan. Selain itu, juga dilakukan diskusi dengan manajemen rumah sakit, dokter penanggung jawab pasien, tenaga kesehatan, dan seluruh jajaran rumah sakit, agar kualitas pelayanan kepada peserta BPJS Kesehatan terus meningkat.
Dalam kunjungan tersebut, Benjamin Saud bersama jajaran BPJS Kesehatan menyapa pasien di sejumlah ruang perawatan, termasuk pasien yang sedang menjalani kemoterapi dan radioterapi. Ia mengatakan, hasil dialog menunjukkan mayoritas pasien mengaku puas terhadap pelayanan yang diberikan RSUD Dok II Jayapura.
"Testimoni yang kami dengar dari pasien di ruang rawat maupun pasien yang menjalani kemoterapi dan radioterapi menyatakan puas terhadap pelayanan di RSUD Jayapura Dok II. Ini tentu menjadi modal yang baik untuk terus meningkatkan kualitas layanan,” kata Benjamin Saud.
Ditambahkan di usia 58 tahun, BPJS Kesehatan berkomitmen untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat, memperluas akses, serta terus meningkatkan mutu pelayanan melalui kolaborasi yang erat antara BPJS Kesehatan dan rumah sakit.
Benjamin menjelaskan, RSUD Dok II Jayapura menjadi salah satu dari lima rumah sakit yang dikunjungi dalam rangkaian BPJS Menyapa di Kota Jayapura. Selain RSUD Dok II, kunjungan juga dilakukan ke Rumah Sakit Angkatan Laut Ramela, Rumah Sakit Bhayangkara, Rumah Sakit Dian Harapan, serta sebelumnya BPJS Kesehatan telah mengunjungi RSUP Jayapura.

"Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memperoleh masukan dan aspirasi langsung dari peserta sehingga kualitas pelayanan JKN dapat terus dijaga dan ditingkatkan," tegas Benjamin Saud.
Melalui kegiatan BPJS Menyapa, Benjamin Saud berharap dapat terus memperkuat komunikasi dengan peserta dan fasilitas kesehatan, sehingga pelayanan JKN semakin berkualitas, mudah diakses, dan mampu memenuhi harapan masyarakat di Tanah Papua.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Wakil Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUD Jayapura, dr. George Yosias Borias, menyampaikan apresiasi atas kunjungan BPJS Kesehatan yang dinilainya sebagai bentuk perhatian terhadap mutu pelayanan kepada peserta JKN.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan BPJS Menyapa dalam rangka HUT ke-58 BPJS Kesehatan. Kegiatan ini menjadi wujud perhatian BPJS sekaligus memberikan masukan yang sangat berarti bagi kami untuk terus memperbaiki pelayanan," ujar dr. George Yosias Borias.
Ia menegaskan, seluruh masukan yang diperoleh selama kunjungan akan dibahas dalam rapat manajemen dan ditindaklanjuti agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik.
"Harapan kami, peserta BPJS semakin mudah memperoleh akses pelayanan yang aman, nyaman, dan berkualitas. Kami akan terus memperbaiki diri melalui kolaborasi yang semakin kuat bersama BPJS Kesehatan," tambahnya.
Kesan positif juga disampaikan para keluarga pasien yang ditemui selama kunjungan. Lisbet Kapitaraung, pendamping pasien rujukan asal Biak yang telah mendampingi ibunya menjalani pengobatan sejak November 2025 mengaku, Program JKN sangat membantu proses pengobatan keluarganya.
Menurut Lisbet, seluruh pelayanan di rumah sakit dapat diakses dengan mudah menggunakan BPJS Kesehatan. Meski sesekali harus membeli obat di luar rumah sakit ketika stok tidak tersedia, secara umum pelayanan yang diterima sangat membantu.
"Kami pasien rujukan dari Biak. BPJS sangat membantu pengobatan Mama. Pelayanannya dipermudah. Harapan kami kedepan semoga pelayanan BPJS semakin baik dan semakin memudahkan masyarakat yang membutuhkan pengobatan," tutur Lisbet.

Hal senada disampaikan Ani Rumbruren, keluarga pasien asal Manokwari, yang menilai pelayanan BPJS Kesehatan selama proses pengobatan berjalan dengan baik tanpa kendala berarti.
"Pelayanannya sangat baik dan sangat membantu kami. Selama ini tidak ada kesulitan, semuanya dipermudah. Harapan saya BPJS Kesehatan tetap ada dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat karena program ini sangat penting," ujarnya.
Perjalanan BPJS Kesehatan telah berlangsung selama 58 tahun, dimulai sejak 15 Juli 1968 ketika masih bernama Badan Penyelenggara Dana Pemeliharaan Kesehatan, kemudian bertransformasi menjadi Perum Husada Bhakti, PT Askes (Persero), hingga akhirnya menjadi BPJS Kesehatan sejak 2014 sebagai penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Saat ini, BPJS Kesehatan telah melayani sekitar 285 juta peserta di seluruh Indonesia dengan rata-rata sekitar 2 juta pelayanan kesehatan setiap hari, atau mencapai lebih dari 700 juta pelayanan dalam setahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....