Sering Main HP sebelum Tidur? Ini Tips Biar Tetap Sehat dan Panjang Umur
- 07 Jul 2026 05:37 WIB
- Jayapura
Poin Utama
- Kebiasaan kurang tidur dalam jangka panjang terbukti berbahaya bagi kekuatan jantung dan elastisitas pembuluh darah
RRI.CO.ID, Jayapura : Mematikan lampu kamar tetapi membiarkan layar gadget tetap menyala menjadi ritual sebagian besar masyarakat urban sebelum tidur. Padahal, memangkas waktu tidur demi berselancar di HP tanpa disadari menukar sisa umur dan penuaan dini .
Tidur berkualitas bukan sekadar istirahat biasa setelah seharian lelah beraktivitas. Proses pasif ini sebenarnya merupakan investasi biologis paling murah untuk memperpanjang usia sel tubuh manusia.
Pakar neurosains Dr. Matthew Walker dalam bukunya Why We Sleep menegaskan pentingnya proses pemulihan tersebut. Ia menyatakan bahwa tidur adalah sistem pendukung kehidupan alami yang bekerja paling mutakhir sekaligus efisien.
Sebagai bukti nyata, tokoh nasional Emil Salim tetap bugar dan aktif berpikir hingga usia senjanya saat ini. Mantan menteri ini diketahui selalu disiplin menjaga keteraturan pola tidur sebagai kunci utama umur panjangnya.
Selain itu, psikolog legendaris Saparinah Sadli juga masih sehat berkarya di usia yang sudah sangat sepuh. Ia konsisten menyeimbangkan aktivitas mental yang padat dengan pemenuhan waktu istirahat malam yang sangat cukup.
Selain berfungsi membersihkan otak, tidur malam bermanfaat menjaga struktur telomer yang melindungi untaian DNA kita. Telomer yang sehat dan panjang menjadi kunci utama dalam memperlambat proses penuaan biologis manusia.
Kesehatan jantung kita pun turut terjaga karena tekanan darah akan menurun secara alami saat tubuh terlelap. Fase istirahat berkala setiap malam tersebut mampu menurunkan risiko serangan jantung dan stroke secara drastis.
Studi dari European Society of Cardiology mengungkapkan bahwa tidur kurang dari enam jam dapat meningkatkan risiko kardiovaskular. Kurang tidur kronis dinilai sangat berbahaya bagi kekuatan jantung serta elastisitas pembuluh darah kita.
Untuk mendapatkan semua manfaat anti-penuaan tersebut, masyarakat harus mulai memperhatikan jam biologis tubuh masing-masing. Rentang waktu tidur malam terbaik yang disarankan berada di antara jam sepuluh hingga sebelas malam.
Tidur dalam durasi tujuh sampai delapan jam semalam terbukti secara klinis mampu menurunkan risiko kematian dini. Konsistensi jam bangun pagi jauh lebih dihargai oleh tubuh daripada sekadar total waktu tidur harian.
Langkah awal yang bisa kita lakukan adalah menjauhkan telepon genggam dari jangkauan kasur satu jam sebelum berniat tidur. Cahaya biru dari layar gawai diketahui dapat menghambat produksi melatonin yang merupakan hormon tidur utama.
Setiap keputusan untuk memejamkan mata tepat waktu adalah langkah nyata dalam menghargai masa depan kesehatan kita. Mari matikan lampu kamar sebelum tidur dan biarkan tubuh kita bekerja merajut usia yang lebih panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....