Kenali Anxiety akibat Kecanduan Media Sosial
- 22 Jun 2026 05:13 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Melansir Kementerian Kesehatan RI, kecanduan media sosial menjadi pemicu meningkatnya gangguan kecemasan pada generasi muda. Perbandingan sosial yang terus terjadi, memunculkan perasaan tidak berdaya serta menurunkan kepercayaan diri seseorang.
Kondisi tersebut, diperparah fenomena Fear of Missing Out, yang membuat seseorang merasa tertinggal dari orang lain. Perasaan cemas berkelanjutan, menciptakan standar hidup tidak realistis yang terus berusaha dicapai setiap harinya.
Riset Kementerian Kesehatan RI menunjukkan, paparan layar gawai berlebihan mengganggu pola tidur alami manusia secara signifikan. Kurang tidur kronis, menurunkan kemampuan otak mengelola emosi negatif dan meningkatkan kecemasan dalam kehidupan.
Kasus gangguan kecemasan akibat penggunaan media sosial, dilaporkan meningkat hingga 35 persen setahun. Kondisi ini, menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap kesehatan mental masyarakat terutama generasi.
Pakar Psikologi Universitas Airlangga, Atika Dian Ariana, menjelaskan kecanduan media sosial termasuk problematic internet use. Kondisi tersebut ditandai penggunaan berlebihan berdasarkan durasi, intensitas, frekuensi, serta hilangnya kendali penggunaan sepenuhnya.
Selain itu, kecanduan media sosial juga ditandai obsesi berlebihan dan pengabaian aktivitas penting kehidupan sehari-hari. Individu lebih memilih berinteraksi dalam dunia maya, dibandingkan membangun hubungan nyata dengan lingkungan sekitar.
Menurut Atika Dian Ariana, penggunaan media sosial lebih dari lima jam, dapat tergolong problematik serius. Kehilangan kendali dan dorongan terus mengakses platform, menjadi indikator utama kecanduan media sosial yang.
Notifikasi smartphone yang berbunyi terus-menerus, membuat otak berada dalam kondisi waspada tinggi sepanjang waktu. Akibatnya, tubuh melepaskan hormon kortisol berlebihan yang memicu rasa panik tanpa penyebab jelas tertentu.
Interaksi dunia maya yang semu, perlahan mengurangi kemampuan seseorang menjalin komunikasi interpersonal secara langsung. Isolasi sosial yang terbentuk, akhirnya memperburuk tingkat kecemasan dan menurunkan kualitas hubungan sosial.
Untuk mengatasinya, pembatasan penggunaan media sosial harian perlu dilakukan secara konsisten dan penuh disiplin. Kesadaran kembali fokus pada kehidupan nyata, menjadi kunci menjaga kesehatan mental tetap baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....