Psikologi Kebiasaan: Mengapa Sulit Merubah Diri

  • 16 Mei 2026 19:56 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Psikologi kebiasaan, menunjukkan bahwa otak manusia selalu memilih jalur otomatis demi menghemat energi dalam beraktivitas sehari-hari. Pemangkasan energi ini, memicu penumpukan memori dalam basal ganglia sehingga perilaku lama menjadi sangat kokoh.

Lansiran Psychology Today, menyebutkan pengulangan suatu tindakan secara konsisten akan memperkuat jalur saraf di dalam otak kita. Melepaskan ketergantungan pada rute otomatis tersebut, membutuhkan usaha sadar yang luar biasa besar dari prefrontal korteks manusia.

Sistem penghargaan di dalam otak juga melepaskan dopamin yang membuat kita merasa nyaman saat melakukan rutinitas lama. Efek kepuasan instan ini, mengalahkan keinginan rasional untuk membentuk pola hidup baru yang lebih sehat secara berkelanjutan.

Identitas diri yang sudah melekat erat dengan perilaku tertentu, sering kali menjadi penghalang psikologis terbesar bagi perubahan. Ketika seseorang telanjur melabeli dirinya sebagai pemalas, maka motivasi batin untuk memulai tindakan produktif akan cepat padam.

Faktor lingkungan sekitar yang tidak mendukung, turut mengondisikan seseorang untuk terus mengulangi kesalahan atau kebiasaan lama mereka. Tekanan sosial dari lingkaran pertemanan yang beracun, secara tidak sadar mengunci kita dalam zona nyaman yang merusak.

Memutus rantai kebiasaan lama, memerlukan strategi penggantian pemicu secara bertahap dan bukan sekadar mengandalkan kekuatan niat semata. Perubahan kecil yang dilakukan secara disiplin setiap hari, terbukti jauh lebih efektif daripada transformasi besar yang mendadak.

Melansir Alauddin.ac.id, mengubah diri terasa sulit karena dipengaruhi faktor biologis serta psikologis yang mengakar kuat sejak lama. Otak manusia cenderung menyukai zona nyaman, mempertahankan kebiasaan lama, serta menghindari kegagalan maupun ketidakpastian dalam kehidupan.

Sikap mental dan karakter seseorang, sering dipengaruhi tradisi maupun kebiasaan lingkungan sejak masa kecil hingga dewasa nantinya. Perubahan membutuhkan keberanian keluar dari kenyamanan, sehingga nasihat terbaik sebenarnya berasal dari kesadaran diri sendiri sepenuhnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....