Taktik Cerdas Hadapi Orang Chronic Complainer

  • 19 Mei 2026 07:21 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura ~ Istilah chronic complainer merujuk pada seseorang yang memiliki kebiasaan mengeluh secara terus-menerus dan cenderung tidak pernah merasa puas terhadap hidupnya. Dalam psikologi perilaku, tipe ini dikenal memiliki bias negativitas yang kuat, sehingga selalu fokus pada masalah tanpa berupaya mencari solusi.

Melansir dari TED Ideas, menghadapi orang dengan kebiasaan mengeluh kronis dapat menguras energi sosial dan memengaruhi suasana di sekitar. Mereka sering kali menanggapi obrolan positif dengan kritik, pesimisme, atau keluhan baru yang membuat suasana menjadi berat dan tidak nyaman.

Karena itu, diperlukan strategi komunikasi yang tepat agar tidak terjebak dalam percakapan negatif berkepanjangan. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan saat menghadapi chronic complainer.

Langkah pertama adalah acknowledge and pivot atau memvalidasi lalu mengalihkan pembicaraan. Keluhan cukup didengarkan secara singkat, misalnya dengan anggukan atau respons sederhana, kemudian arahkan percakapan ke topik lain yang lebih positif agar suasana tetap nyaman.

Cara berikutnya ialah menantang mereka dengan pertanyaan solutif. Tanyakan langkah nyata yang akan dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang dikeluhkan. Pendekatan ini dapat membantu menggeser fokus dari sekadar mengeluh menjadi mencari solusi.

Selain itu, penting untuk tidak ikut-ikutan mengeluh. Menimpali dengan keluhan pribadi justru dapat memperpanjang percakapan negatif dan membuat mereka semakin nyaman untuk terus mengeluh.

Strategi lainnya adalah menetapkan batasan waktu secara tegas namun sopan. Misalnya dengan menyampaikan sejak awal bahwa Anda hanya memiliki sedikit waktu sebelum kembali melanjutkan pekerjaan atau aktivitas lainnya.

Mengubah sudut pandang atau reframing juga bisa menjadi cara efektif. Arahkan perhatian mereka pada sisi positif atau hal kecil yang masih bisa disyukuri dari situasi yang sedang dihadapi, tanpa terkesan menggurui.

Jika perilaku tersebut mulai mengganggu fokus dan produktivitas, langkah terakhir yang dapat dilakukan adalah berbicara secara jujur dan profesional. Sampaikan dengan tenang bahwa Anda perlu menjaga energi positif demi menyelesaikan pekerjaan atau aktivitas penting lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....