Waspada setelah Makan Ikan: Ini Penyebab Keracunan yang Perlu Diketahui

  • 15 Apr 2026 20:21 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura: Keracunan setelah makan ikan merupakan kondisi yang cukup sering terjadi. Kondisi ini bisa disebabkan berbagai faktor, mulai dari racun alami hingga cara pengolahan yang kurang tepat.

Salah satu penyebab utama ciguatera fish poisoning, yaitu keracunan akibat toksin alga laut yang masuk ke tubuh ikan. Racun ini tidak hilang meski ikan dimasak, sehingga tetap berbahaya saat dikonsumsi.

Selain itu, ada juga scombroid poisoning, yang terjadi akibat ikan tidak disimpan dengan suhu yang baik. Ikan seperti tuna atau tongkol, bisa menghasilkan histamin tinggi yang memicu reaksi mirip alergi pada tubuh.

Kontaminasi bakteri juga menjadi penyebab umum keracunan ikan, terutama jika ikan tidak segar atau terpapar lingkungan kotor. Bakteri seperti Salmonella atau Vibrio, dapat berkembang dan menyebabkan gangguan pencernaan serius.

Keracunan juga bisa berasal dari logam berat seperti merkuri, yang terakumulasi dalam tubuh ikan. Konsumsi ikan yang mengandung logam berat dalam jumlah tinggi, berdampak buruk bagi sistem saraf dan kesehatan jangka panjang.

Cara pengolahan yang tidak higienis, turut meningkatkan risiko keracunan setelah makan ikan. Misalnya, penggunaan alat masak yang kotor atau tangan yang tidak bersih saat menyiapkan makanan dapat memicu kontaminasi silang.

Gejala keracunan ikan biasanya meliputi mual, muntah, diare, hingga pusing dan lemas. Dalam kasus tertentu, gejala bisa lebih serius seperti gangguan saraf atau kesulitan bernapas yang membutuhkan penanganan medis segera.

Menurut World Health Organization dan Centers for Disease Control and Prevention, penting mengonsumsi ikan segar dan diolah benar. Edukasi tentang keamanan pangan, menjadi kunci utama untuk mencegah keracunan dan menjaga kesehatan keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....