Mengapa Marah Bisa Membuat Kemampuan Otak Menurun

  • 18 Mar 2026 22:03 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Marah adalah respons emosional yang muncul ketika seseorang merasa terganggu atau terancam. Namun, kemarahan yang intens bisa memengaruhi kemampuan otak dalam berpikir jernih dan membuat keputusan.

Melansir dari Harvard Medical School, saat marah, tubuh melepaskan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol. Hormon ini bukan saja meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Tetapi juga mengganggu fungsi korteks prefrontal, bagian otak yang mengatur logika, konsentrasi, dan pengambilan keputusan.

Akibatnya, kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah menurun sementara. Orang yang marah, cenderung bereaksi impulsif, sulit fokus, dan membuat keputusan tanpa mempertimbangkan konsekuensi.

Kemarahan juga bisa memengaruhi memori jangka pendek. Aktivitas hippocampus, yang bertanggung jawab menyimpan informasi baru, menjadi terganggu oleh hormon stres sehingga sulit mengingat hal-hal penting.

Selain itu, marah kronis dapat berdampak jangka panjang pada kesehatan otak. Stres berkepanjangan bisa meningkatkan risiko gangguan kognitif, depresi, dan penyakit neurodegeneratif seperti alzheimer.

Dengan memahami efek marah terhadap otak, manusia bisa belajar mengendalikan emosi. Teknik seperti bernapas dalam, meditasi, atau menenangkan diri, dapat membantu menjaga fungsi otak tetap optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....