Benarkah Virus Menyukai Cuaca Dingin?
- 04 Jun 2026 17:22 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Banyak ahli kesehatan menyatakan, virus penyebab flu dan gangguan pernapasan lebih mudah menyebar saat cuaca dingin. Kondisi tersebut terjadi, karena virus menjadi lebih stabil serta mampu bertahan hidup lebih lama di lingkungan.
Melansir pmc-ncbi-nlm-nih-gov, suhu dan kelembapan lingkungan memengaruhi kemampuan penyebaran berbagai jenis virus. Udara dingin yang kering, dapat mengurangi pembersihan alami saluran pernapasan sehingga risiko infeksi meningkat signifikan.
Para peneliti menjelaskan, lapisan luar virus akan mengeras ketika berada pada suhu lingkungan yang lebih rendah. Lapisan tersebut, berfungsi sebagai pelindung yang membuat virus lebih kuat dan tahan terhadap kerusakan.
Sebaliknya, suhu hangat menyebabkan lapisan pelindung virus menjadi lebih rapuh sehingga masa hidupnya berkurang. Udara dingin yang kering, juga membuat partikel pernapasan bertahan lebih lama di atmosfer sekitar manusia.
Tidak hanya memperkuat virus, cuaca dingin juga dapat memengaruhi kemampuan tubuh melawan berbagai jenis infeksi. Saat menghirup udara dingin, pembuluh darah hidung menyempit untuk membantu mempertahankan suhu tubuh tetap stabil.
Penyempitan pembuluh darah, menghambat pergerakan sel imun menuju mukosa hidung sebagai benteng pertahanan utama tubuh. Akibatnya, kemampuan tubuh menghadang virus yang masuk menjadi berkurang sehingga risiko infeksi meningkat kembali.
Selain faktor biologis, kebiasaan berkumpul dalam ruangan tertutup saat cuaca dingin, turut meningkatkan penularan penyakit. Ventilasi yang kurang baik, membuat penyebaran virus antarmanusia menjadi lebih mudah terjadi dalam lingkungan tertutup.
Meskipun cuaca dingin mendukung penyebaran virus, risiko penularan tetap dapat dikurangi melalui langkah pencegahan sederhana. Menjaga kebersihan, memperbaiki ventilasi, dan menerapkan pola hidup sehat membantu melindungi tubuh dari infeksi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....