Berteriak: Pelepasan Emosi atau Pemicu Stres?

  • 18 Mar 2026 21:26 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID,Jayapura - Stres adalah kondisi yang umum dialami oleh manusia modern. Berbagai cara dilakukan untuk mengatasinya, salah satunya untuk melepaskan emosi adalah dengan berteriak kencang.

Pertanyaannya, benarkah berteriak bisa menghilangkan stres? Melansir https://pmc-ncbi-nlm-nih-gov.translate.goog, berteriak kencang sering dianggap sebagai cara untuk meluapkan emosi yang terpendam, termasuk stres. Namun, para ahli memiliki pandangan yang berbeda mengenai efektivitas metode ini.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Emotion, menemukan bahwa berteriak dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Hal ini menunjukkan, bahwa berteriak bukanlah cara yang efektif untuk menghilangkan stres, melainkan justru dapat memperburuknya.

Para peneliti menjelaskan, berteriak memicu respons fight-or-flight, yang justru meningkatkan kadar hormon stres seperti kortisol. Oleh karena itu, berteriak kencang justru dapat memperburuk kondisi stres.

Mengekspresikan emosi dengan cara yang sehat dan produktif sangat penting. Metode seperti meditasi, yoga, atau berolahraga, dapat membantu mengelola stres dengan lebih efektif.

Beberapa ahli juga menyarankan melakukan latihan pernapasan dalam atau teknik relaksasi, untuk mengurangi stres. Teknik-teknik ini dapat membantu menenangkan pikiran dan tubuh, serta menurunkan kadar hormon stres dalam tubuh.

Berteriak kencang bukanlah cara yang efektif untuk menghilangkan stres, melainkan justru dapat memperburuknya. Oleh karena itu, penting mencari cara yang sehat dan produktif untuk mengelola stres.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....