Diet Makan Sekali Berdampak Negatif pada Kesehatan

  • 23 Jan 2026 20:15 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Makan satu kali dalam sehari (One Meal A Day/OMAD), dinilai sebagai salah satu bentuk puasa intermiten ekstrem. Cara ini dikhawatirkan menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan.

Hal ini sebagaimana dikutip dalam siaran Hindustan Times. Ahli gizi Dasha, mengamati adanya peningkatan masalah kantung empedu pada orang-orang yang menjalankan puasa intermiten ekstrem, seperti OMAD.

Ia menyampaikan bahwa kantung empedu berperan penting dalam proses pencernaan, termasuk dalam pemecahan lemak. Empedu dilepaskan oleh kantung empedu, untuk membantu mencerna lemak sepanjang hari.

Sekresi empedu dirangsang ketika seseorang makan. Jadi jika seseorang makan sekali sehari, empedu itu hanya akan diam di kantung empedu dan menjadi endapan empedu.

Endapan empedu akan meningkatkan kemungkinan atau risiko terkena batu empedu. Oleh karena itu, dia menyarankan penerapan diet yang lebih seimbang, lebih sehat, dan lebih mudah.

Cara yang dianjurkan dipertahankan, seperti berpuasa semalaman selama 12 jam. Misalnya, mengupayakan makan malam sebelum pukul 19.00 dan sarapan pada pukul 07.00 keesokan harinya.

Dasha menyampaikan, bahwa makan satu jam setelah bangun tidur sangat dianjurkan. Upaya ini dapat membantu menjaga tingkat energi dan metabolisme tubuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....