Komisi IV DPRP Minta Pemda Siapkan Anggaran Siap Pakai untuk Antisipasi Bencana
- 04 Agt 2026 08:45 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Anggota Komisi IV DPR Papua, Alberth Merauje meminta pemerintah daerah menyiapkan anggaran dana cadangan siap pakai untuk kesiapsiagaan potensi bencana.
Penegasan itu disampaikan Alberth Merauje, Senin (3/8/2026) usai rapat kerja yang pimpin Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni Betaubun bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua.
Menurutnya, anggaran siap pakai itu sangat penting untuk mempercepat penanganan bencana jika saat terjadi tanpa menunggu proses penganggaran yang panjang.
"Musibah bencana tidak bisa diprediksi. Karena itu pemerintah daerah harus memiliki dana cadangan atau siap pakai sehingga ketika terjadi bencana bisa langsung bergerak cepat, baik untuk pengadaan material, logistik, peralatan maupun kebutuhan lainnya," kata Alberth Merauje kepada awak media.
Ia juga menyoroti masih minimnya sarana dan prasarana yang dimiliki BPBD Papua. Padahal dukungan sarpras menjadi vital yang akan digunakan saat terjadi bencana dilapangan.

"Kami mendengar peralatan di BPBD masih sangat terbatas. Ke depan alat-alat yang sangat vital harus segera dipersiapkan sehingga ketika terjadi bencana mendadak, petugas bisa langsung bergerak," ujarnya.
Sementara Plt. Kepala BPBD Papus, Wisnu Raditya mengungkapkan memasuki semester II fokus penggunaan anggaran untuk kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana alam.
Menurutnya, kesiapsiagaan menjadi prioritas utama agar pemerintah dapat bergerak cepat memberikan pertolongan kepada masyarakat apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.
Ia menyebut capaian realisasi fisik telah mencapai 53,4 persen, sedangkan realisasi keuangan berada di angka 46,13 persen.
"Alhamdulillah kami termasuk lima OPD terbaik dalam pengelolaan anggaran di Provinsi Papua," ungkapnya.

Selain itu, BPBD Papua mengaku telah melakukan berbagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau dan potensi El Nino melalui koordinasi dengan TNI-Polri, Balai Wilayah Sungai (BWS), serta BMKG.
"Kami terus berkolaborasi dengan seluruh mitra agar dampak bencana terhadap masyarakat dapat diminimalkan," katanya.
Barkah juga mengakui kondisi fiskal BPBD saat ini cukup terbatas. Namun demikian, pihaknya tetap mengoptimalkan jaringan relawan dan mitra kebencanaan agar respons darurat tetap berjalan.
"Kami memiliki relawan dan mitra kebencanaan yang selalu siaga. Mereka terus kami edukasi dan selalu siap bergerak apabila terjadi bencana. Meski anggaran terbatas, kami tetap berupaya agar bencana tidak terjadi karena dampaknya sangat merugikan dan dapat melumpuhkan aktivitas masyarakat," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....