Bhikkhu Sri Pannavaro: Perdamaian Dunia Dimulai dari Pikiran Manusia

  • 23 Mei 2026 09:06 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura — Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera menegaskan bahwa perdamaian dunia hanya dapat diwujudkan apabila manusia mampu menjaga dan membersihkan pikirannya dari keserakahan, kebencian, dan kesombongan. Hal tersebut disampaikan dalam Ceramah Dhamma bertema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia” pada kegiatan Hening Nusantara serentak se-Indonesia dalam rangka Vesakha Sananda 2570 Buddhist Era (BE)/2026 secara daring melalui Zoom Meeting, yang dirilis oleh Kemenag, Rabu 20 Mei 2026.

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua melalui Pembimbing Masyarakat Buddha bersama umat Buddha mengikuti kegiatan tersebut secara luring di Vihara Buddha Maitreya Jayapura. Dalam ceramahnya, Bhikkhu Sri Pannavaro menjelaskan terdapat dua cara umat Buddha memperingati Tri Suci Waisak, yakni amisa puja dan patipatti puja.

“Amisa puja adalah memperingati Waisak dengan persembahan dan upacara. Sedangkan patipatti puja adalah memuliakan Guru Agung melalui praktik Dhamma,” ujarnya.

Menurut Bhikkhu, meditasi bersama yang dilakukan dalam Hening Nusantara merupakan bentuk praktik Dhamma tertinggi untuk membersihkan batin dan menghadirkan kedamaian.

Ia kemudian mengaitkan pesan perdamaian dunia dengan pembukaan Konstitusi UNESCO yang menyatakan peperangan bermula dari pikiran manusia dan karena itu perdamaian juga harus dibangun dari pikiran manusia.

“Kalimat itu sangat sejalan dengan ajaran Buddha dalam Dhammapada bahwa pikiran adalah pendahulu, pemimpin, dan pencipta,” katanya.

Bhikkhu menilai berbagai konflik dan peperangan yang menghancurkan kehidupan manusia berawal dari pikiran yang dipenuhi keserakahan, kebencian, dan keangkuhan.

“Kalau pikiran para pemimpin dipenuhi kedamaian dan penghormatan terhadap kehidupan, peperangan tidak mungkin terjadi,” ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....