Meditasi dan Kesadaran Penuh Dinilai Jadi Kunci Menjaga Kedamaian

  • 23 Mei 2026 09:06 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura — Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera menilai praktik meditasi dan kesadaran penuh atau mindfulness menjadi kunci menjaga kejernihan pikiran serta mencegah lahirnya konflik dalam kehidupan manusia. Hal itu disampaikan dalam Ceramah Dhamma “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia” pada kegiatan Hening Nusantara dalam rangka Vesakha Sananda 2570 Buddhist Era (BE)/2026, dalam rilis Kemenag Rabu 20 Mei 2026.

Ia mengatakan konsep loka atau dunia dalam ajaran Buddha yang meliputi dunia tempat tinggal makhluk hidup, jenis kehidupan, serta dunia batin dan jasmani manusia. Dunia batin manusia menjadi faktor utama lahirnya konflik maupun kedamaian.

Bhikkhu mengibaratkan pikiran seperti air. Air yang bergelombang melambangkan pikiran yang dipenuhi keserakahan, air mendidih menggambarkan kebencian, sedangkan air keruh dan berbau melambangkan kesombongan dan keakuan.

“Kalau pikiran tenang, keserakahan, kebencian, dan keakuan mudah dikenali. Tetapi dalam pikiran yang keruh, semuanya sulit terlihat,” katanya.

Menurutnya, berbagai persoalan kehidupan, termasuk konflik dalam keluarga, pada dasarnya berakar dari pikiran manusia yang tidak terkendali.

“Percekcokan, pertengkaran, dan kebencian muncul dari pikiran manusia. Dari pikiran manusialah semuanya bisa diperbaiki,” ujarnya.

Karena itu, Bhikkhu mengajak umat Buddha untuk terus melatih meditasi dan menghadirkan kesadaran penuh dalam aktivitas sehari-hari, bukan hanya saat perayaan Waisak.

“Duduklah minimal sekali sehari untuk bermeditasi. Tetapi yang paling penting adalah menghadirkan perhatian penuh dalam aktivitas sepanjang hari,” ujarnya.

Menurutnya, kesadaran penuh membantu manusia mengendalikan rasa suka dan tidak suka agar tidak berkembang menjadi keserakahan maupun kebencian.

“Kesadaran itulah yang membuat kita benar-benar hidup pada saat ini,” kata Bhikkhu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....