Lestarikan Tarian Adat lewat Tradisi Penyambutan Tamu

  • 16 Apr 2026 19:54 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Masyarakat Kayo Pulo (Tahima Soroma), menonjolkan ciri khas lewat pakaian adat dan tarian. Sanggar Ornunungu melestarikan tarian adat Kampung Kayo Pulo yang dipentaskan khusus untuk menyambut para tamu yang datang berkunjung.

Tarian tersebut, melambangkan kehangatan serta rasa syukur atas keindahan alam kampung yang diciptakan Tuhan. Aksesoris para penari melambangkan kekayaan alam yang dibuat alami dari alam.

Ada kalung manik-manik melingkar penuh di leher dan dada penari. Tombak bermotif ikan yang digunakan mencari ikan sehari-hari. Diramaikan aksesoris rumbai-rumbai dan tak lupa tifa alat musik tradisisonal Papua.

Sanggar Ornunungu Kampung Kayo Pulo menampilkan keindahan budaya saat penyambutan tamu saat pembukaan Konfercab GAMKI Kota Jayapura. Jumat (10 April 2026 ). (Foto: RRI/Ida).

Melansir https://jurnal.stiq-amuntai.ac.id/ir. kearifan tradisional masyarakat, juga terwujud dalam menggunakan alat tangkap ramah lingkungan yang tidak merusak ekosistem laut. Mereka menghindari penggunaan pukat harimau maupun pengeboman ikan, karena dapat memusnahkan biota laut serta merusak terumbu karang.

Prinsip tersebut terlihat ketika ada perahu mengalami masalah, maka perahu lain datang menolong tanpa rasa ragu sedikitpun. Solidaritas sesama nelayan merupakan bentuk kearifan sosial yang tergambar lewat gerak tarian. Makna terdebut dipertahankan demi menjaga keharmonisan hidup masyarakat di lingkungan pesisir.

Meskipun modernisasi mulai masuk dan memengaruhi generasi muda, namun nilai spiritual serta kepercayaan terhadap laut menjadi faktor pendukung. Upaya pelestarian menjadi kunci utama, agar kearifan lokal tetap bertahan di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.

Lewat tarian yang dipersembahkan Sanggar Ornunungu, masyarakat Kayo Pulo sangat menjaga ekosistem pesisir. Bukan tanpa alasan, karena sebagian besar penduduknya menggantungkan hidupnya pada sumber daya laut. Mereka senantiasa berperilaku positif, memegang prinsip persaudaraan yang kuat saat sedang mencari ikan di tengah lautan yang luas.

Tahima Soroma, daratan pulau kecil yang berada di atas perairan berhadapan dengan Pelabuhan Yos Sudarso Kota Jayapura. Mata pencarian masyarakatnya adalah nelayan.

Kampung ini pada mulanya hanya dihuni dua marga, yaitu Haay serta Sibi sebelum marga Youwe dan Soro datang. Keempat marga tersebut bersatu menjaga wilayah kekuasaan, yang membentang luas dari kawasan Dok Lima Argapura, hingga daerah Tasangkapura.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....