Ritual Adat Nusantara Bertahan, Warisan Leluhur Tetap Hidup
- 29 Apr 2026 10:38 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Di sebuah desa di Ponorogo, warga berkumpul setiap tahun menjalankan ritual bersih desa yang sudah berlangsung ratusan tahun. Di wilayah Murung Raya, masyarakat Dayak tetap mempersiapkan upacara tiwah sebagai penghormatan terakhir bagi arwah leluhur mereka.
Dua kisah dari wilayah berbeda, menunjukkan kuatnya akar tradisi menghadapi arus modernisasi yang terus berkembang dalam kehidupan masyarakat. Kajian SOSMANIORA Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, membuktikan bersih desa menjadi hukum adat yang mengikat solidaritas warga.
Dari Kalimantan Tengah, masyarakat adat menunjukkan keteguhan menjaga warisan leluhur yang diwariskan kepada generasi masa kini secara berkelanjutan. Penelitian tahun 2025, menemukan ritual tiwah mempertahankan esensi sakral yang menghubungkan manusia, leluhur, dan keyakinan spiritual komunitas.
Di Gorontalo Utara, tradisi mogimbalru tetap dijalankan khidmat masyarakat Atinggola setiap tahun menjelang Ramadan. Menurut Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, tradisi ini memperkuat solidaritas sosial dan menjaga identitas budaya lokal.
Peneliti menegaskan, keberlangsungan tradisi bukan kebetulan melainkan hasil kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga nilai budaya mereka sendiri. Bahkan Jurnal Analisis Peran Tradisi Lisan dalam Pelestarian Identitas Budaya Lokal, menyebut tradisi sebagai pondasi identitas. Sebut saja misalnya tradisi Baduy dan Toraja yang masih tetap dipertahankan masyarakatnya
Tantangan terbesar, berasal dari generasi muda yang kadang menganggap adat sebagai sesuatu kuno dan tidak relevan kehidupan modern.
Namun dengan dukungan pemimpin adat, pemerintah, dan masyarakat, tradisi akan tetap hidup sebagai denyut nadi identitas bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....