Yospan: Tari Pergaulan Masyarakat Papua

  • 11 Mei 2026 13:03 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Tari yosim pancar atau yospan, sangat populer di kalangan masyarakat Papua, mulai anak-anak hingga orang dewasa saat ini. Tarian tersebut melambangkan pergaulan dan sering ditampilkan pada perlombaan, acara adat, maupun suasana penuh keakraban bersama masyarakat.

Tarian yospan dapat ditampilkan di mana saja serta mampu menghimpun masyarakat berbagai kalangan. Masyarakat Papua biasanya spontan bergabung menarikan yospan, ketika menghadiri acara syukuran ataupun perayaan penuh kegembiraan.

Penari yospan dalam perlombaan tampil energik dengan kekompakan gerakan, tata busana, serta riasan budaya Papua yang khas. Penampilan tersebut menjadi daya tarik utama, karena setiap unsur tarian menggambarkan semangat kebersamaan dan kekayaan budaya lokal.

Theo Yepese, pelatih yospan sekaligus pimpinan Sanggar Tari Honong Jayapura, menjelaskan tarian tersebut dapat ditampilkan kapan saja. "Namun, penampilan dalam perlombaan, memerlukan kesesuaian irama musik, tata busana, serta riasan budaya Papua yang tepat," katanya.

Theo Yepese mengatakan tarian Yospan merupakan perpaduan Tari Yosim dengan gerakan gale-gale, jef, seka, serta pacul tiga. Gerakan tersebut kemudian dipadukan unsur pancar, sehingga menghasilkan tarian energik yang mencerminkan keakraban masyarakat Papua bersama.

Menurut Theo Yepese, gerakan dasar yospan sejak dahulu hingga sekarang tetap dipertahankan tanpa mengalami perubahan berarti sama sekali. Penari membutuhkan stamina kuat serta disiplin latihan, karena gerakan yospan sangat energik, terutama ketika mengikuti perlombaan.

Tarian yospan berkembang sejak tahun 1960-an di wilayah Papua bagian utara. Tarian tersebut berasal dari Biak Numfor, Kepulauan Yapen, serta Waropen dengan perpaduan unsur yosim dan pancar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....