Korban Keracunan MBG di Depapre Ungkap Dugaan Makanan yang Tidak Layak

  • 05 Agt 2026 13:51 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Seorang warga Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Bencelina Demetou, mengaku anaknya menjadi salah satu korban dugaan keracunan makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia juga mengungkap sempat menemukan kondisi lauk dan buah yang dinilai tidak layak sebelum makanan dibagikan kepada penerima manfaat.

Bencelina Demetou mengatakan anaknya, Mariam Oyaitou, merupakan pelajar di SMK Negeri 3 Depapre jurusan Kelautan. Menurutnya, gejala keracunan mulai muncul beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan dari dapur MBG di Distrik Depapre.

"Anak saya mulai muntah-muntah, lemas, dan mengeluh sakit perut. Sore hari setelah pulang sekolah gejalanya mulai muncul," kata Bencelina saat ditemui di Rumah Sakit Yowari, Rabu (5/8/2026).

Bencelina Demetou, orang tua korban Keracunan MBG di Depapre (Foto:Arull)

Ia mengaku turut menjadi kader yang membantu pendistribusian makanan kepada penerima manfaat di delapan kampung di Distrik Depapre. Sasaran program tersebut meliputi pelajar PAUD, SD, SMP, SMA, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita.

Saat proses pembagian makanan, Bencelina mengaku memperhatikan kondisi menu yang terdiri atas nasi, sayur sawi berkuah, telur, tempe, dan semangka.

Menurutnya, semangka yang dibagikan tampak berlendir, sementara tempe berwarna kehitaman. Ia bahkan sempat menyampaikan temuannya kepada Ketua Posyandu setempat.

"Saya bilang tempenya kurang bagus karena sudah hitam, dan semangkanya juga berlendir," ujarnya.

Meski demikian, makanan tersebut tetap dibagikan karena telah dikemas dalam ompreng untuk penerima manfaat.

Beberapa jam setelah makan siang, warga mulai melaporkan banyak anak mengalami mual, muntah, dan nyeri perut. Para korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Depapre sebelum sebagian dirujuk ke Rumah Sakit Yowari.

Selain pelajar, Bencelina Demetou menyebut korban juga berasal dari kalangan ibu hamil, ibu balita, hingga warga dewasa yang turut menerima makanan dari program tersebut.

Ia memperkirakan jumlah penerima makanan di Distrik Depapre mencapai sekitar 400 orang. Setiap kampung, kata dia, menerima sekitar 50 hingga 60 paket makanan setiap kali pendistribusian.

Saat ini, kondisi anaknya telah berangsur membaik setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Yowari dan sudah diperbolehkan pulang.

"Puji Tuhan sudah membaik, sudah bisa jalan dan sudah diizinkan pulang," katanya.

Menanggapi kejadian tersebut, Bencelina Demetou mengatakan sebagian besar masyarakat berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah mereka dihentikan sementara.

Ia berharap pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan program tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....