BULOG Dukung Gerakan Tanam Padi Serentak, Perkuat Swasembada Pangan di Merauke
- 04 Jul 2026 16:52 WIB
- Jayapura
Poin Utama
- Perum BULOG berkomitmen mendukung swasembada pangan melalui penguatan penyerapan hasil panen petani dalam Gerakan Tanam Padi Serentak yang dipimpin Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Merauke, Papua Selatan.
- Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp1,3 triliun pada 2026 untuk pengembangan 48.934 hektare cetak sawah dan 53.499 hektare optimalisasi lahan di Papua Selatan dengan infrastruktur lengkap termasuk RMU dan gudang penyimpanan.
- Modernisasi pertanian di Merauke berhasil meningkatkan produktivitas gabah dari 3 ton per hektare menjadi 4-7 ton per hektare, sementara pendapatan petani meningkat hingga 300 persen setelah penerapan program cetak sawah.
RRI.CO.ID, Jayapura - Perum BULOG menegaskan komitmennya dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui penguatan penyerapan hasil panen petani. Dukungan tersebut diwujudkan dengan berpartisipasi dalam Gerakan Tanam Padi Serentak yang dipimpin Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, di kawasan cetak sawah Desa Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Sabtu (04/07/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mempercepat pengembangan kawasan pangan nasional, sekaligus memastikan peningkatan produksi pertanian diikuti dengan kepastian penyerapan hasil panen guna memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah berkomitmen menjadikan Papua Selatan sebagai salah satu pusat pertumbuhan pangan nasional melalui pengembangan kawasan pertanian modern yang terintegrasi.
Menurut Mentan, program cetak sawah ini merupakan aspirasi masyarakat dan seluruh lahannya tetap menjadi milik masyarakat. Pemerintah hadir memberikan dukungan melalui pembangunan infrastruktur, alat dan mesin pertanian, benih, pendampingan, hingga menjamin hasil panen petani terserap dengan harga yang menguntungkan sesuai arahan Presiden.
“Mari kita bekerja keras, berkolaborasi, dan menjadikan bertani sebagai jalan menuju kesejahteraan. Bertani, Sejahtera," kata Mentan, Amran Sulaiman.

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum BULOG, Letjen. TNI. (Purn) Ahmad Rizal Ramadhani menegaskan, BULOG siap mendukung penuh keberhasilan program strategis pemerintah melalui penguatan penyerapan hasil panen petani dan pembangunan ekosistem pangan yang terintegrasi.
Menurutnya, peningkatan produksi harus diiringi dengan jaminan penyerapan agar petani memperoleh kepastian pasar dan harga yang layak.
"BULOG berkomitmen menjadi mitra strategis petani dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Sinergi bersama Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar setiap peningkatan produksi dapat terserap secara optimal, memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani," ujar Dirut BULOG.
Ditegaskan, Papua Selatan kini menjadi fokus pengembangan kawasan pangan baru nasional. Pemerintah telah mengembangkan 83.030 hektare lahan cetak sawah dan 54.399 hektare optimalisasi lahan di Tanah Papua. Dari total tersebut, Papua Selatan menjadi wilayah pengembangan terbesar dengan 48.934 hektare lahan cetak sawah serta 53.499 hektare lahan optimalisasi.
Untuk mempercepat pengembangan kawasan tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,3 triliun pada 2026. Anggaran itu digunakan untuk penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian, pembangunan Rice Milling Unit (RMU), dryer, gudang penyimpanan, serta berbagai infrastruktur pendukung lainnya.
Modernisasi pertanian di Merauke juga terus menunjukkan hasil positif. Pemanfaatan alsintan seperti traktor, drone pertanian, rice transplanter, hingga combine harvester berhasil meningkatkan produktivitas gabah dari sekitar 3 ton per hektare menjadi 4–7 ton per hektare. Indeks pertanaman yang saat ini mencapai dua kali tanam per tahun juga ditargetkan meningkat menjadi tiga kali tanam.
Peningkatan produktivitas tersebut berdampak pada kesejahteraan petani. Berdasarkan data pemerintah daerah, pendapatan petani di kawasan pengembangan meningkat hingga 300 persen setelah penerapan program cetak sawah dan mekanisasi pertanian. Tingginya manfaat program juga mendorong usulan penambahan sekitar 2.000 hektare lahan cetak sawah baru.
“BULOG akan berperan aktif sebagai offtaker yang menyerap gabah dan beras petani sesuai ketentuan pemerintah. Untuk mendukung penyerapan hasil panen, pemerintah juga akan membangun gudang BULOG di Merauke berkapasitas awal sekitar 3.000 ton yang dapat ditingkatkan hingga 5.000 ton, lengkap dengan fasilitas dryer dan unit pengolahan beras,” jelas Ahmad Rizal Ramadhani.
Keberadaan infrastruktur tersebut diharapkan mampu menjaga kualitas hasil panen, mengurangi kehilangan hasil, serta memperkuat rantai pasok pangan nasional dari hulu hingga hilir.
Pemerintah memproyeksikan pengembangan kawasan pangan di Papua Selatan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Nilai ekonomi kawasan yang saat ini mencapai sekitar Rp1,3 triliun diperkirakan dapat meningkat hingga Rp13 triliun per tahun apabila produktivitas mencapai 7 ton per hektar dan indeks pertanaman meningkat menjadi tiga kali tanam setiap tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....