Panen Perdana Sawah Rakyat Perkuat Upaya Kemandirian Pangan Kota Jayapura
- 29 Mei 2026 07:41 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura — Panen perdana padi program cetak sawah rakyat di Kelurahan Koya Timur, Distrik Muara Tami, menjadi langkah awal penguatan kemandirian pangan di Kota Jayapura sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional. Program yang terus dikembangkan Pemerintah Kota Jayapura itu diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pasokan beras dari luar daerah dengan memaksimalkan potensi lahan pertanian di wilayah Muara Tami.
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, SH., MH., mengatakan panen perdana tersebut menjadi bukti bahwa pengembangan sawah rakyat mulai menunjukkan hasil positif.
“Hari ini kita melaksanakan panen perdana padi yang ditanam tiga bulan lalu di Kelurahan Koya Timur. Ini merupakan bagian dari program nasional ketahanan pangan yang kita dukung di Kota Jayapura,” ujarnya.
Ia menjelaskan saat ini lahan cetak sawah rakyat yang telah disiapkan mencapai 100 hektare dan berpeluang terus dikembangkan hingga 1.000 hektare melalui kerja sama dengan para petani di Distrik Muara Tami.
Menurutnya, pengembangan tersebut akan memberi dampak besar terhadap pemenuhan kebutuhan beras masyarakat Kota Jayapura.
“Kalau pengembangan ini bisa mencapai 1.000 hektare, maka akan sangat mendukung program nasional sekaligus membantu memenuhi kebutuhan beras di Kota Jayapura,” katanya.
Abisai menegaskan Muara Tami memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan sentra pangan mengingat selama ini kebutuhan beras masyarakat masih banyak dipasok dari luar daerah.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Papua, Aser Rouw, mengapresiasi sinergi yang dibangun Pemerintah Kota Jayapura bersama Kementerian Pertanian dalam mendorong program tersebut.
“Kami mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Jayapura yang terus bersinergi dengan Kementerian Pertanian dalam pengembangan 100 hektare lahan cetak sawah rakyat,” ujarnya.
Ia optimistis pengembangan lahan secara bertahap dapat mengurangi ketergantungan pasokan beras dari luar Papua.
“Jika pengembangan mencapai 1.000 hektare, maka sekitar 10 persen ketergantungan pasokan beras dari luar daerah dapat dikurangi,” katanya.
Aser menambahkan pemerintah pusat akan memberikan dukungan berupa alat dan mesin pertanian, termasuk penguatan infrastruktur jalan pertanian secara bertahap.
Di kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kota Jayapura, Gerardus Ikanubun, menjelaskan total luas program cetak sawah rakyat saat ini mencapai 100 hektare.
Namun, lahan yang siap tanam baru sekitar 25 hektare, dengan 18,5 hektare di antaranya telah ditanami padi secara bertahap.
“Untuk panen perdana saat ini kurang lebih mencapai lima hektare, dan panen berikutnya akan dilakukan bertahap dalam satu hingga dua minggu ke depan,” ujarnya.
Terkait pemasaran hasil panen, Pemerintah Kota Jayapura terus berkoordinasi dengan Bulog Papua agar ke depan hasil panen petani dapat diserap secara langsung.
Langkah tersebut diharapkan mampu memberi kepastian pasar bagi petani sekaligus memperkuat keberlanjutan program sawah rakyat di Kota Jayapura.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....